“Pemain sudah lengkap, begitu Marselino tidak bisa hadir, saya mendatangkan satu pemain dan sudah hadir di camp hari ini, Rifqi dan dari Persik Kediri,” ujar Indra Sjafri dalam konferensi pers, Kamis (4/12/2025).
Baca Juga: Dari 1959 ke 2025: Evolusi SEA Games dan Tantangan Terkini di Thailand
Absennya Marselino tentu dianggap kehilangan, mengingat eks KMSK Deinze itu diharapkan dapat memperkuat lini tengah Timnas U-22.
Namun cedera hamstring membuatnya harus mundur dan fokus pada pemulihan.
Indra Sjafri menyebut ia sudah menjalin komunikasi dengan pelatih AS Trencin dan memahami sepenuhnya kondisi Marselino.
Baca Juga: Puluhan Tahun Menunggu, Empat Negara Akhirnya Kembali ke Pentas Piala Dunia 2026
Menurutnya, keputusan untuk tidak membawa Marselino ke Thailand merupakan kesepakatan bersama dan terbaik bagi perkembangan karier sang pemain.
“Saya sudah berkomunikasi dengan pelatih dari Marselino dan kondisi terakhir Marselino cedera, dan kami mengambil keputusan untuk memikirkan karir ke depan Marselino,” ucap Indra.
Ia kembali menegaskan bahwa kehadiran 23 pemain saat ini sudah cukup untuk menjalani kompetisi.
Baca Juga: Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes: Siapa yang Meragukan Kami, Mereka Tidak Paham Sepak Bola
Selain itu, tiga pemain diaspora, yakni Mauro Zijlstra, Ivar Jenner, dan Dion Markx, sudah bergabung dan mulai berlatih.
Indra memastikan fokus utamanya adalah memaksimalkan skuad yang ada, sambil memberi Marselino waktu untuk memulihkan cederanya.
“Jadi kami sepakat mengambil keputusan untuk Marselino tidak bergabung di SEA Games. Lebih baik dia memulihkan cederanya dulu,” tuturnya.
Baca Juga: Duel Persib vs Borneo FC Tidak akan Mudah, Bojan Hodak Minta Bantuan Bobotoh
Timnas U-22 Indonesia akan menghadapi dua laga awal Grup C di fase penyisihan.
Artikel Terkait
Lindsey Vonn Bikin Jantung Berdebar Kencang Berpose Tanpa Bra
Jadwal Terbaru SEA Games 33, Sepak Bola Timnas Indonesia Vs Thailand Hari Ini
Memalukan, Panitia SEA Games 2025 Jelaskan Insiden Lagu Kebangsaan
Apa Kata Conte Usai Napoli Butuh Sudden Death untuk Akhiri Kutukan Coppa Italia
Bagaimana Ruben Amorim Mengubah Manchester United Menjadi Spesialis Bola Mati