SEA Games 2025: Indonesia Kunci Dua Final Bulutangkis, Asa Dua Medali Emas Terbuka

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 8 Desember 2025 | 22:19 WIB
Rolly Carnando/Bagas Maulana menjadi penentu kemenangan Tim Putra Indonesia saat melawan Singapura di semifinal nomor beregu SEA Games 2025, Thamasat Rangsit Gymnasium 4, 8 Desember 2025. (PBSI)
Rolly Carnando/Bagas Maulana menjadi penentu kemenangan Tim Putra Indonesia saat melawan Singapura di semifinal nomor beregu SEA Games 2025, Thamasat Rangsit Gymnasium 4, 8 Desember 2025. (PBSI)

SportlinkNews - Indonesia selangkah lebih dekat untuk membawa pulang dua medali emas dari cabang bulutangkis SEA Games 2025.

Tim beregu putra dan putri sama-sama memastikan tiket ke final setelah meraih kemenangan penting di babak semifinal yang digelar di Thammasat University Rangsit Campus, Thailand, Senin, 8 Desember 2025. 

Tim putri menjadi yang pertama memastikan tempat di partai puncak setelah melalui pertarungan dramatis melawan Malaysia dengan skor 3-2. Tidak lama berselang, tim putra menyusul lewat kemenangan meyakinkan 3-1 atas Singapura.

Baca Juga: Petr Yan Kalahkan Merab Dvalishvili di UFC 323, Khamzat Chimaev Beri Ucapan Selamat

Pada final yang digelar Rabu, 10 Desember mendatang, tim putri akan menantang tuan rumah Thailand. Sementara tim putra akan berhadapan dengan rival lama, Malaysia, yang sebelumnya menyingkirkan Thailand 3-1.

Bangkit setelah tertinggal

Perjalanan Indonesia menuju final beregu putra tidak mudah. Sempat tertinggal 0-1, tim putra menunjukkan ketangguhan mental dan merebut tiga partai beruntun untuk menutup laga dengan kemenangan 3-1.

Harapan untuk mencuri poin pembuka lewat Alwi Farhan belum terwujud. Alwi harus mengakui ketangguhan tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew, dalam duel tiga gim yang berakhir 15-21, 21-14, 8-21.

Baca Juga: Kombinasi Ramon Tanque, Uilliam Barros, dan Andrew Jung Perkuat Lini Serang Persib

Alwi pun mengaku kecewa karena gagal menyumbang poin, tapi ia tetap bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Ia menilai Loh Kean Yew tampil agresif dan mampu mengendalikan tempo sejak awal.

"Sejak awal gim pertama saya terus tertekan. Loh Kean Yew bermain cepat dan spekulasinya bagus, sementara saya gagal mengantisipasi dan sulit keluar dari tekanan karena ia berhasil menguasai tempo permainan," ujar Alwi.

Kalah di gim pertama, Alwi pun mencoba mengubah strategi dan alhamdulillah berjalan baik. Loh Kean Yew juga beberapa kali melakukan kesahan sendiri. 

Baca Juga: Lionel Messi Tambah Koleksi Gelar Individu, Kini Ungguli Cristiano Ronaldo

Sayangnya kondisi itu gagal terulang di gim ketiga. Loh Kean Yew sepertinya sudah membaca, dan langsung merubah tempo pemainan untuk bisa menekan Alwi duluan. 

Kondisi tersebut sempat memberi momentum bagi Singapura, namun pasangan utama Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, tampil solid dan mengembalikan keadaan.

Dalam pertarungan ketat tiga gim, mereka menang 21-18, 18-21, 21-10 untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Baca Juga: Begini Cara Mengatasi Robekan Manset Rotator

Sang Kapten Tim Putra, Sabar Karyaman Gutama merasa puas dapat mencatat kemenangan pada debutnya di multi event bersama Reza. "Kami fokus ke permainan sendiri, tidak memikirkan skor atau beban dari partai sebelumnya," imbuhnya.

Moh Reza Pahlevi mengakui laga sempat berjalan sulit karena adaptasi lapangan yang minim, namun ia lega bisa mengunci kemenangan di gim ketiga.

Kemenangan Sabar/Reza membuat momentum berbalik menjadi milik Indonesia.

Baca Juga: Moh Salah Cabut dari Latihan Liverpool Setelah Kecewa dengan Arne Slot

Tunggal ketiga, Moh Zaki Ubaidillah, tampil dominan dan hanya memberi dua poin kepada lawan pada gim pembuka sebelum memastikan kemenangan 21-2, 21-13 atas Jason Teh. Indonesia berbalik unggul 2-1.

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana memastikan langkah Indonesia ke final setelah mengakhiri perlawanan Donovan Willard Wee/Jia Hao Howin Wong dengan skor 21-12, 21-19.

Kemenangan ini mengunci hasil akhir 3-1 sekaligus memastikan duel klasik Indonesia vs Malaysia di final.

Baca Juga: Kenapa Pesepakbola Bintang Internasional Ini Ditangkap di London

"Tadi gim pertama kami main cepat, fokus dan tidak lengah. Mungkin lawan juga belum tahu mainnya bagaimana," kata Bagas. 

Ia menambahkan, perubahan strategi di gim kedua menjadi kunci kemenangan mereka. "Di gim kedua lawan sudah mulai hafal permainan kami tapi kami mencoba pola lain dan tetap fokus poin demi poin."

Dengan keunggulan 3-1, maka partai penutup atau kelima antara Prahdiska Bagas Shujiwo dan Ding Han Jin pada akhirnya tidak dimainkan.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X