Timnas Indonesia Akan Lawan Negara Eropa Peringkat 100 Besar Dunia

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 12 Januari 2026 | 22:07 WIB
Timnas Indonesia akan menghadapi Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin 8 September 2025. (pssi)
Timnas Indonesia akan menghadapi Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin 8 September 2025. (pssi)

SportlinkNews - Timnas Indonesia direncanakan menghadapi lawan tangguh dari Eropa dalam ajang FIFA Series yang digelar pada Maret 2026. Hal ini diungkapkan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.

Indonesia menjadi salah satu dari delapan negara yang terpilih sebagai tuan rumah FIFA Series, yang berlangsung pada 23-31 Maret 2026. Turnamen ini mempertemukan tim nasional dari konfederasi berbeda dalam format pertandingan persahabatan yang disponsori FIFA.

"Yang terdekat ada FIFA Series. Ini nanti ada negara besar juga yang akan masuk. Mudah-mudahan dapat," kata Arya.

Baca Juga: Hasil Super League: Dewa United Gilas Persijap, Lilipaly Turut Sumbang Gol

Timnas Indonesia dikabarkan akan memulai ajang ini dengan menghadapi Saint Kitts dan Nevis. Negara dari CONCACAF tersebut berada di peringkat 154 dunia per 22 Desember 2025.

Arya memberi bocoran lawan dari Eropa yang akan dihadapi Timnas Indonesia masuk peringkat 100 besar dunia, sehingga menjadi ujian berat bagi skuat Indonesia. Saat ini, skuad Garuda menempati posisi ke-122 ranking FIFA dengan 1.144,73 poin.

FIFA Series 2026 juga menandai debut John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Ia baru ditunjuk beberapa pekan lalu untuk menggantikan Patrick Kluivert.

Baca Juga: Era Herdman, PSSI Buka Peluang Lebih Besar untuk Pelatih Lokal

"Tadi sudah saya bilang bahwa akan ada negara yang mudah-mudahan besar. Kayaknya Eropa. Pokoknya ranking FIFA 100 ke bawah," ucapnya.

Ditanya tentang target yang dibebankan PSSI kepada Herdman, Arya menekankan bahwa arsitek asal Inggris itu diberikan keleluasaan untuk menemukan strategi terbaik bagi tim.

"Dia bisa bentuk tim. Dia kan kita tahu dibilang sebagai pelatih yang menerapkan format bunglon. Dalam satu pertandingan dia bisa mengubah format tiga kali. Terbukti dia pernah," ujarnya.

"Jadi kita lihat nanti dia bisa dapat kombinasi yang cocok untuk Timnas Indonesia dan cocok untuk dia juga. Kita enggak tahu nih pola permainannya bagaimana, kan kita lihat nanti," ia menambahkan.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X