HUT ke-96 PSSI Jadi Momentum Refleksi, PSSI Pers Gelar Diskusi Menuju Piala Dunia 2030

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Rabu, 15 April 2026 | 19:32 WIB
Skuad Timnas Indonesia. (PSSI Pers)
Skuad Timnas Indonesia. (PSSI Pers)

SportlinkNews - PSSI genap berusia 96 tahun pada 19 April 2026, menandai perjalanan panjang hampir satu abad sepak bola nasional yang diwarnai berbagai dinamika, mulai dari prestasi hingga tantangan besar.

Dalam rangka peringatan tersebut, PSSI Pers akan menggelar diskusi terbuka pada 16 April 2026 di GBK Arena, Jakarta, dengan melibatkan insan media dan pemangku kepentingan sepak bola nasional.

Perjalanan PSSI selama hampir satu abad tidak selalu mulus. Ada pencapaian yang patut diapresiasi, namun juga kegagalan yang menyisakan kekecewaan, termasuk belum berhasilnya Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Bawa Persijap Kalahkan Bhayangkara FC, Borja Martinez Sebut Laskar Kalinyamat Jadi Tim yang Kompak

Kini, respons publik terhadap sepak bola nasional mengalami perubahan. Masyarakat tidak lagi sekadar kecewa, tetapi mulai mempertanyakan langkah konkret yang harus diambil untuk perbaikan.

Di sisi lain, perkembangan positif mulai terlihat. Peningkatan ranking FIFA, munculnya pemain muda potensial, serta pembenahan kompetisi domestik menjadi indikasi adanya proses yang berjalan.

Target menuju Piala Dunia 2030 yang sebelumnya dianggap ambisius, kini mulai masuk dalam perhitungan realistis. Optimisme publik pun perlahan tumbuh.

Baca Juga: Allano Lima Bawa Persija Putuskan Tren Buruk, Kini Makin Pede Kejar Poin Kemenangan

Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, peluang Indonesia tampil di Piala Dunia terasa lebih dekat. Pertanyaan publik kini bergeser dari “apakah bisa” menjadi “bagaimana caranya”.

Melihat dinamika tersebut, PSSI Pers memandang usia ke-96 sebagai momentum tepat untuk membuka ruang diskusi. Tujuannya bukan sekadar perayaan, tetapi membangun dialog jujur dan terukur.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mendukung adanya dialog terbuka dari berbagai pihak terkait sepak bola nasional. Ia pun menekankan pentingnya peran pers dalam ekosistem sepak bola nasional.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Super League 2025/26 Pekan ke-28, Rivalitas Tim Semakin Kuat

“Pers sebagai bagian penting dari ekosistem sepak bola nasional. Tak hanya peliput pertandingan, tetapi juga mitra yang membantu membangun suasana sepak bola yang sehat melalui pemberitaan yang benar, berimbang, beretika, dan bertanggung jawab," kata Erick dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).

“Kritik tetap diperlukan, tetapi tidak boleh berubah menjadi perundungan, penghakiman berlebihan, rasisme, atau narasi yang merusak mental pemain, khususnya pemain muda. Karena pers juga berperan membentuk opini publik, memperluas eksposur kompetisi, menumbuhkan semangat persatuan, dan ikut menopang proses pembinaan agar sepak bola Indonesia berkembang lebih profesional serta membanggakan di tingkat nasional dan internasional," ujarnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X