Situasi ini menimbulkan dilema besar bagi PSSI yang tengah mempersiapkan agenda internasional.
Baca Juga: Gol Loftus Cheek dan Pulisic Bawa AC Milan Menangkan Laga Atas Lecce
Timnas Indonesia asuhan Patrick Kluivert dijadwalkan melakoni dua laga FIFA Matchday melawan Taiwan dan Lebanon pada 5 dan 8 September mendatang di Surabaya.
Menurut rencana awal, kedua tim tamu akan lebih dahulu berhadapan pada 2 September.
Di sisi lain, Timnas U-23 Indonesia juga menghadapi tantangan besar dengan agenda Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Sidoarjo.
Tiga negara akan hadir sebagai lawan, yakni Makau, Laos, dan Korea Selatan.
Laga perdana dijadwalkan pada 3 September, mempertemukan Indonesia kontra Laos serta Makau menghadapi Korea Selatan.
Dengan jadwal yang semakin dekat, kehadiran tim-tim tamu tentu akan lebih cepat dari perkiraan.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Liga Primer Pekan Ketiga, Manchester United akan Diuji Tim Promosi Burnley
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah PSSI mampu memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para tamu internasional di tengah situasi politik dan sosial yang sedang memanas.
Kondisi yang terjadi menunjukkan bahwa sepak bola tidak bisa berdiri sendiri, melainkan sangat dipengaruhi dinamika sosial masyarakat.
Kini, PSSI dituntut tidak hanya untuk memastikan agenda sepak bola berjalan lancar, tetapi juga menjamin keselamatan semua pihak yang terlibat.