SportlinkNews - Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menyoroti insiden yang terjadi sebelum laga kontra Arab Saudi pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Saat itu, sejumlah pendukung dan keluarga pemain terjebak di luar stadion karena tidak diizinkan masuk oleh petugas.
Dalam sesi konferensi pers jelang laga melawan Irak, Jumat, 10 Oktober 2025, Kluivert menyebut situasi tersebut sebagai pengalaman yang "sangat sulit dan mengerikan".
Baca Juga: Daniel Cormier: Jika Alex Pereira Kalahkan Jon Jones, Dia Layak Jadi GOAT UFC
Ia pun berharap kejadian seperti tidak akan terjadi lagi, karena itu bisa menjadi gangguan non teknis bagi pemainnya.
"Saya telah berbicara dengan orang tua para pemain. Menurut saya, ini tidak dapat diterima," ujar Kluivert.
"Federasi (Arab Saudi) perlu menyediakan tiket untuk anggota keluarga secara bersamaan. Ada wanita hamil dan anak-anak di luar stadion, itu tidak boleh terjadi."
Baca Juga: I League Tetapkan Jadwal Baru Duel Persib vs Borneo FC dan PSM Makassar vs Persebaya yang Mengalami Penundaan
Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa federasi sepak bola Arab Saudi perlu meninjau ulang sistem pengaturan penonton agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kita harus melindungi keselamatan semua orang, bukan hanya warga Saudi, tetapi juga orang-orang yang datang dari luar negeri," tegasnya.
Meski demikian, Kluivert tetap memberikan apresiasi besar kepada para pendukung Indonesia yang hadir di stadion maupun yang mendukung dari jauh.
"Para penggemar adalah pemain ke-12 kami. Mereka selalu bersama kami di mana pun kami pergi," ucapnya.
Baca Juga: Bojan Hodak: Penting Bagi Pemainnya Melakoni Laga yang Intens di Timnas Indonesia
"Kami benar-benar bersyukur dan menghargai dukungan mereka. Besok pun akan sama. Kami bermain untuk para penggemar, untuk negara, dan untuk keluarga kami," tukas Kluivert tegas.
Timnas Indonesia akan menghadapi Irak pada Sabtu, 11 Oktober 2025 waktu setempat di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Laga ini menjadi penentu langkah Garuda untuk menjaga peluang menuju babak playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026.