Banyak suporter menilai bahwa pergantian pelatih di tengah turnamen merupakan keputusan yang terburu-buru dan berisiko tinggi.
Kolom komentar pada unggahan Erick Thohir di media sosial langsung dipenuhi komentar warganet yang menuntut pertanggungjawaban.
Banyak di antara mereka menyebut langkah Erick mengganti Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert sebagai bentuk “perjudian besar” yang berujung pada kegagalan total.
“Tanggung jawab Pak, jangan kabur sebagai Ketum. Bagaimana nasib dan pengorbanan pemain kami? Salah besar mengganti pelatih di tengah turnamen,” tulis akun @fikri*****.
Baca Juga: Dewa United Banten Resmi Kenalkan Pelatih Barunya dari Spanyol, Siap Bersaing di IBL dan BCL Asia
“Kamu out saja Pak Erick, bawa Patrick sekalian,” tambah akun @aris*****.
“Anda harus bertanggung jawab,” ujar akun @paijo*****.
“Mundur, Pak. Kami butuh sosok serius untuk memajukan sepak bola Indonesia, bukan yang hanya mencari popularitas,” tulis akun @bolad*****.
Baca Juga: Saat Mimpi Garuda Diuji Bukan Takluk
Desakan untuk mundur tersebut semakin menguat karena publik merasa kecewa terhadap hasil yang tidak sesuai harapan.
Bagi banyak pendukung, kegagalan kali ini bukan sekadar masalah teknis di lapangan, tetapi juga mencerminkan lemahnya arah kebijakan sepak bola nasional di bawah kepemimpinan Erick.
Kini, publik menunggu langkah tegas dari PSSI setelah kegagalan menyakitkan ini.
Banyak pihak berharap ada evaluasi menyeluruh, baik dalam aspek kepelatihan, manajemen tim, maupun pengembangan pemain muda agar sepak bola Indonesia tidak terus terjebak dalam siklus kegagalan.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)