Usai berpisah dari Indonesia, Shin sempat mencoba peruntungan di tanah kelahirannya dengan menukangi Ulsan HD sejak Agustus lalu.
Baca Juga: AC Milan dan Emirates Perpanjang Kontrak Kemitraan yang Telah Berlangsung Sejak 2007
Namun, masa baktinya di klub tersebut berjalan singkat—hanya sepuluh pertandingan dalam kurun dua bulan—sebelum akhirnya dipecat pada Jumat (9/10/2025).
Kini, dengan status bebas kontrak, Shin secara teknis bisa kembali menangani timnas Indonesia.
Namun, peluang itu disebut kecil mengingat adanya dinamika dan perbedaan pandangan soal gaya kepelatihannya.
Baca Juga: Patrick Kluivert Kelar, Ini Besarnya Uang Pesangon Jika PSSI Memecatnya
Menurut jurnalis asal Korea Selatan, Steve Han, hubungan Shin dengan manajemen dan pemain Ulsan HD terganggu karena perbedaan pendekatan.
“Dari sisi Shin, ia merasa benar dan klub yang salah. Namun, bagi pihak Ulsan dan para pemain, justru Shin yang keliru,” ujarnya.
Han juga menambahkan bahwa gaya komunikasi Shin yang kerap bercanda dengan pemain muda dianggap tidak sesuai konteks profesional.
Baca Juga: Jay Idzes Belum Nongol di Latihan Perdana Sassuolo Usai Membela Timnas Indonesia
“Di Korea, orang yang lebih tua memang kadang bercanda seperti paman kepada keponakan."
"Tapi apakah itu bisa dibenarkan dalam konteks klub profesional?” ujarnya lagi.
Sementara itu, timnas Indonesia tengah mempersiapkan diri menghadapi agenda terdekat, yakni laga uji coba pada jeda internasional bulan November.
Baca Juga: Jelang Pertandingan PSBS Biak vs Persib, Maung Bandung Masih Dominan
Hingga kini, belum ada keputusan resmi siapa yang akan menukangi skuad Garuda.