SportlinkNews - Pengamat sepak bola nasional, Rais Adnan, menyoroti pentingnya pemilihan pelatih baru yang tepat bagi Timnas Indonesia, menyusul berakhirnya kerja sama dengan Patrick Kluivert.
Menurut Rais, keputusan PSSI mengakhiri kontrak merupakan langkah cepat dan tepat mengingat performa tim yang belum memenuhi harapan.
Rais menekankan bahwa langkah berikutnya bagi PSSI adalah menetapkan target-target jelas untuk timnas.
Baca Juga: Paul Parker Nilai Ruben Amorim Punya Masalah Pribadi dengan Kobbie Mainoo
Dengan begitu, kriteria pelatih baru bisa disesuaikan agar program pembinaan berjalan efektif dan mampu mewujudkan target-target tersebut.
"Dalam memilih pelatih, jangan hanya melihat nama besar. Yang terpenting adalah rekam jejak prestasi dan kemampuan membentuk karakter bermain yang solid bagi skuat Garuda dengan pemain yang tersedia saat ini," ujarnya di Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025.
"Jangan lagi PSSI terjebak. Banyak pelatih nama besar yang menganggur, tapi belum tentu cocok juga, seperti Mancini, di Arab Saudi kan gagal total dia," tegasnya.
Baca Juga: Pencak Silat Mulai Beraksi di PON Bela Diri 2025 Diikuti 271 Atlet dari 34 Provinsi
Soal kemungkinan mengajak kembali pelatih lama, Rais menilai lebih baik menghadirkan wajah baru.
Kembalinya STY, dinilainya, secara psikologis tidak akan nyaman, baik bagi STY maupun PSSI, apalagi perpisahan sebelumnya tidak mulus.
Selain itu, Rais menyoroti pentingnya kesesuaian pelatih dengan kultur sepak bola Indonesia. Menurutnya, sosok yang tegas namun tetap mengayomi akan mudah mendapat respek dari para pemain, termasuk pemain diaspora.
Baca Juga: Olivier Giroud Isyaratkan Pensiun Akhir Musim, Tutup Karier di Lille
Meski belum memiliki gambaran siapa sosoknya, Rais menyebut bahwa memilih pelatih dari Jepang atau Jerman bisa menjadi opsi, dengan catatan kemampuan beradaptasi dan kepemimpinan yang tegas tetap menjadi prioritas.
"Kedua negara ini memiliki pengembangan pemain muda yang bagus. Khususnya Jepang, pelatih dari sana biasanya fleksibel dan cepat mengadopsi strategi baru,"ucapnya.