Skema ini menjadi sinyal kuat bahwa PSSI telah meninggalkan pendekatan instan, beralih pada proyek berkelanjutan yang menitikberatkan pembangunan sistem, karakter, dan mentalitas tim.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa penunjukan Herdman merupakan titik balik penting bagi sepak bola Indonesia.
Menurutnya, kehadiran pelatih yang pernah membawa tim lolos ke Piala Dunia adalah simbol dimulainya era baru Timnas.
Baca Juga: IADO Tegaskan 2026 Tahun Krusial, Indonesia Tak Boleh Lagi Terancam Sanksi WADA
"Ini adalah momen di mana PSSI dan sepak bola Indonesia masuk ke era baru, ditangani pelatih level lolos ke Piala Dunia," ujar Erick dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat kemarin, 2 Januari 2026.
Erick kemudian membagikan momen reflektif saat ia menyampaikan kegagalan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto.
Alih-alih menerima respons bernada kekecewaan, Erick justru mendapatkan dorongan moral yang memperkuat keyakinan PSSI untuk bangkit.
Baca Juga: Derrick Rose Day Dirayakan, adidas Hadirkan Kembali Sepatu Ikonik adiZero Rose 1
"Saya sampaikan ke Pak Presiden, beliau bilang, 'ya coba lagi Pak Erick, harus coba lagi.' Itu yang membuat saya dan PSSI semakin bersemangat,” kata Erick.
Dukungan tersebut, menurut Erick, menjadi energi besar bagi federasi untuk melakukan pembenahan menyeluruh, khususnya dalam memperkuat fondasi sepak bola nasional dari level usia muda hingga tim senior.
Ia menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo mendorong PSSI untuk menyusun program yang lebih agresif dan terukur menuju prestasi tertinggi.
Baca Juga: Hasil Super League: Brace Joel Vinicius ke Gawang PSM Bawa Borneo FC Puncaki Klasemen
"Saya senang dengan arahan Bapak Presiden yang meminta kita coba lagi, bikin program yang lebih agresif. Hari ini kita memulai lagi program prestasi Timnas menuju Piala Dunia dengan menunjuk John Herdman yang memang punya kualifikasi untuk itu," ujarnya.
Atas dasar itulah, PSSI tanpa ragu mempercayakan tongkat estafet Timnas kepada Herdman.
Sosok yang dikenal memiliki rekam jejak transformasi tim dan mentalitas pemenang itu dinilai bukan hanya membawa pengalaman, tetapi juga peluang nyata untuk mengantar Indonesia menembus batas-batas yang selama ini sulit ditembus.
Baca Juga: Cedera dan Aturan 65 Pertandingan Mengancam Status MVP Jokic
Namun, PSSI menyadari bahwa transformasi tidak dapat dicapai secara instan.
Federasi pun mengajak seluruh elemen masyarakat sepak bola, termasuk suporter, pelaku industri, hingga pemain untuk memberikan dukungan penuh terhadap era kepelatihan baru ini.
Menurut Erick, kesabaran, kepercayaan, dan konsistensi menjadi kunci agar proyek jangka panjang tersebut berjalan sesuai harapan.
Baca Juga: Raul Gonzalez Sebut Messi Lebih Hebat dari Zidane dan Cristiano Ronaldo
Tahun 2026 akan menjadi periode awal yang padat bagi Herdman dan Timnas Indonesia.
Timnas Senior dijadwalkan tampil di ajang FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026, kemudian melanjutkan agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November.
Selain itu, Piala AFF 2026 yang dimulai pada 25 Juli 2026 juga menjadi ujian penting bagi proyek awal Herdman.
Baca Juga: Enzo Maresca Tinggalkan Chelsea, Arteta Beri Pesan Tulus
Di sisi lain, sebagai pelatih Timnas U-23, Herdman akan memimpin Garuda Muda pada Asian Games Aichi–Nagoya 2026 di Jepang, yang berlangsung mulai 19 September 2026.
Ajang ini dipandang sebagai panggung strategis untuk menanamkan filosofi permainan dan mental bertarung kepada generasi penerus Timnas.