Cedera dan Aturan 65 Pertandingan Mengancam Status MVP Jokic

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 2 Januari 2026 | 23:12 WIB
Nikola Jokic mengalami cedera lutut kiri dalam pertandingan melawan Heat, Senin malam, 29 Desember waktu setempat. ( Sam Navarro)
Nikola Jokic mengalami cedera lutut kiri dalam pertandingan melawan Heat, Senin malam, 29 Desember waktu setempat. ( Sam Navarro)

SportlinkNews - Persaingan perebutan gelar Kia MVP musim ini berpotensi memasuki fase krusial menyusul cedera yang dialami Nikola Jokic. 

Bintang Denver Nuggets tersebut mengalami hiperekstensi pada lutut kirinya, kondisi yang meski tergolong ringan, namun bisa berdampak besar. 

Terutama terhadap peluangnya mempertahankan posisi terdepan dalam perburuan penghargaan individu paling prestisius di NBA.

Baca Juga: Julio Cesar: Ratchaburi Punya Pemain Bagus Tapi Persib Siap Mengalahkan Mereka

Cedera itu kembali menyoroti aturan penting dalam penilaian MVP, yakni ambang batas minimal 65 pertandingan.

Regulasi ini diberlakukan NBA untuk memastikan kandidat penghargaan benar-benar memberikan kontribusi signifikan sepanjang musim reguler, bukan hanya tampil dominan dalam sebagian kecil laga.

Dalam sejarah NBA, hanya Bill Walton yang pernah meraih MVP dengan jumlah pertandingan di bawah angka tersebut pada musim penuh.

Baca Juga: 10 Pencetak Gol Terbanyak Italia di Tahun 2025: Tahun Emas untuk Retegui dan Orsolini

Selebihnya, hampir semua pemenang MVP mampu memenuhi atau melampaui batas yang kini menjadi standar resmi liga.

Situasi ini terasa ironis bagi Jokic. Mengingat center asal Serbia itu dikenal sebagai pemain yang nyaris selalu tersedia untuk timnya. 

Sepanjang kariernya, ia jarang absen panjang dan hampir selalu menembus 70 pertandingan per musim.

Baca Juga: 10 Transfer Januari Termahal Sepanjang Masa di Serie A

Namun evaluasi medis terbaru memperkirakan ia akan menepi hingga empat pekan ke depan, membuka kemungkinan absennya sepanjang Januari.

Jika skenario terburuk terjadi, Jokic bisa berada di ambang kegagalan memenuhi syarat administratif MVP, meski secara performa ia masih dianggap berada di level teratas liga.

Meski demikian, posisinya di puncak Kia MVP Ladder hingga saat ini belum tergoyahkan. Belum ada kandidat lain yang secara konsisten mampu menyamai dampak Jokic di kedua sisi lapangan. 

Baca Juga: Neymar Menutup Spekulasi, Bertahan di Santos Demi Misi Piala Dunia Terakhir

Ia masih memimpin peringkat dengan catatan hampir triple-double per gim dan efisiensi tembakan yang luar biasa.

Statistik Jokic sebelum cedera menjadi bukti kuat dominasinya. Dengan hampir 30 poin, lebih dari 12 rebound, dan 11 assist per pertandingan. 

Bahkan, ia berada di jalur historis untuk memimpin liga dalam rebound dan assist sekaligus. Sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menempel ketat di bawahnya, ada Shai Gilgeous-Alexander yang terus menjaga tekanan.

Baca Juga: Honda MotoGP Siap Luncurkan Motor Barunya Pada Bulan Februari 2026

Bintang Oklahoma City Thunder tersebut tampil stabil dengan produksi poin tinggi dan efisiensi impresif, menjadikannya kandidat terkuat jika Jokic tersandung oleh faktor absensi.

Sementara itu, Luka Doncic juga berada dalam radar terdekat.

Meski belum sepenuhnya konsisten, guard Los Angeles Lakers itu terus mencatatkan performa eksplosif, termasuk beberapa laga dengan angka mencolok yang memperkuat posisinya sebagai mesin poin liga.

Baca Juga: Rekrut Chad Brown, Satria Muda Bakal Jadi Tim yang Solid di Arena IBL 2026

Nama lain seperti Jalen Brunson dan Victor Wembanyama juga perlahan menguatkan klaim mereka.

Brunson menjadi simbol kestabilan New York Knicks, sementara Wembanyama menunjukkan dampak luar biasa dalam menit bermain terbatas, terutama dari sisi pertahanan.

Untuk saat ini, semua mata tertuju pada proses pemulihan Jokic. Selama ia masih memiliki peluang matematis untuk mencapai 65 pertandingan, statusnya sebagai kandidat MVP nomor satu belum akan dicoret. 

Baca Juga: Tak Mau Sesumbar, Persijap Jepara Fokus Jaga Mental Pemainnya Demi Memetik Poin Melawan Persija

Namun, seiring waktu berjalan, setiap pertandingan yang terlewat bisa mengubah peta persaingan secara signifikan.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: nba.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X