SportlinkNews - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai memetakan kekuatan lawan jelang laga FIFA Series 2026.
Menghadapi Timnas Saint Kitts and Nevis, Herdman menilai tim lawan memiliki karakter permainan yang berbahaya, terutama dalam situasi transisi.
Herdman mengungkapkan bahwa dirinya sudah memiliki pengalaman menghadapi Saint Kitts and Nevis pada 2019. Saat itu, tim yang ia tangani berhasil menang tipis 1-0 dalam laga yang berlangsung ketat.
Baca Juga: Calvin Verdonk Bikin Kesal Mantan Pemain Manchester United, Media Prancis dan Inggris Bereaksi
"Saya pernah menghadapi mereka, dan itu pertandingan yang sangat sulit. Mereka masih memiliki karakter yang mirip, meski sekarang dengan pelatih baru," ungkapnya kepada media usai latihan sore di Stadion Madya, GBK, Selasa, 24 Maret 2026.
Menurut herdman, hasil analisis menunjukkan bahwa Saint Kitts and Nevis mengandalkan kekuatan fisik, kecepatan, serta permainan direct yang efektif.
Hal ini membuat potensi serangan balik menjadi ancaman utama yang harus diantisipasi pasukan Garuda.
Baca Juga: Kelewat Mahal, Penggemar Timnas Inggris Geram dengan Harga Jersey Piala Dunia 2026
"Mereka kuat dalam transisi, punya fisik dan kecepatan, serta bermain langsung. Kami harus siap menghadapi serangan balik," jelasnya.
Meski demikian, pelatih asal Kanada itu menegaskan bahwa fokus utama tim bukan hanya pada lawan, melainkan pada pembentukan identitas permainan Timnas Indonesia.
"Fokus kami tetap pada bagaimana kami ingin bermain dan membangun identitas Timnas," tegasnya.
Baca Juga: Krisis Identitas Gli Azzurri, Sepak Bola Italia Perlu Reformasi Total Usia Muda
Komposisi Staf
Selain persiapan teknis, Herdman juga menyoroti komposisi staf pelatih yang ia bawa. Ia mengusung pendekatan kolaboratif dengan menggabungkan tenaga lokal dan staf internasional.
“Kami ingin menciptakan keseimbangan antara staf lokal dan tenaga ahli yang memahami metodologi saya. Di sisi lain, kami juga ingin merangkul budaya Indonesia," ujarnya.
Herdman menyebut keberagaman latar belakang staf menjadi salah satu kekuatan tim saat ini. Total, staf kepelatihan Timnas Indonesia diisi oleh perwakilan dari tujuh negara berbeda.
Baca Juga: Haas Luncurkan Livery Godzilla untuk Grand Prix Jepang F1
"Ini tentang keseimbangan dan keberagaman. Staf kami datang dari tujuh negara, dan itu menjadi kekuatan besar bagi kami," imbuhnya menambahkan.