timnas

FIFA Series 2026: Digagalkan Penalti Bulgaria, Garuda Harus Puas Jadi Runner-up

Senin, 30 Maret 2026 | 23:05 WIB
Timnas Indonesia harus puas finis sebagai runner up FIFA Series 2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Bulgaria, pada laga yang berlangsung di SUGBK, Jakarta, 30 Maret 2026. (PSSI)

SportlinkNews - Timnas Indonesia harus puas finis di posisi runner-up FIFA Series 2026.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin, 30 Maret  malam, pasukan Garuda  menyerah 0-1 dari Timnas Bulgaria lewat gol penalti di babak pertama.

Hasil ini tak hanya menggagalkan ambisi meraih trofi, tetapi juga membuat Indonesia kehilangan peluang mendongkrak posisi di ranking FIFA. Konsekuensinya, Garuda masih berpotensi menghuni pot 4 pada undian Piala Asia 2027.

Baca Juga: Dominasi Aprilia di Awal Musim 2026 Paksa Marc Marquez Putar Otak

Di balik kekalahan tersebut, pelatih John Herdman melihat banyak hal positif dari performa timnya. Ia menilai anak asuhnya mampu memberikan perlawanan seimbang menghadapi lawan dengan tradisi sepak bola Eropa yang kuat.

Menurut Herdman, struktur permainan yang dibangun sudah terlihat jelas sepanjang laga. Keseimbangan antara lini belakang dan serangan dinilai berjalan sesuai rencana, meski hasil akhir belum berpihak.

"Kami tampil kompetitif. Secara organisasi permainan, tim tetap solid sepanjang pertandingan," imbuhnya.

Baca Juga: Legenda Inggris Favoritkan Spanyol dan Prancis Juara Piala Dunia 2026

Dalam laga ini, Indonesia sebenarnya memiliki beberapa peluang emas untuk mengubah jalannya laga.

Dua kali upaya yang dilepaskan pemain Garuda hanya berakhir di mistar gawang, menjadi bukti bahwa efektivitas masih menjadi pekerjaan rumah utama.

Sebaliknya, satu-satunya gol yang tercipta justru berasal dari situasi yang dinilai bisa dihindari. Keputusan penalti pada pertengahan babak pertama dimanfaatkan dengan baik oleh Marin Petkov yang sukses menaklukkan Emil Audero.

Baca Juga: Deschamps Tantang Skuad Prancis, Buktikan di Lapangan Bukan Lewat Kata

Selepas tertinggal, Indonesia mencoba meningkatkan intensitas permainan. Tekanan demi tekanan dilancarkan, namun rapatnya pertahanan Bulgaria membuat serangan kerap mentok sebelum memasuki area berbahaya.

Memasuki babak kedua, perubahan dilakukan Herdman untuk menambah daya gedor.

Permainan Indonesia semakin dominan, terutama dalam penguasaan bola hingga sepertiga akhir lapangan. Sayangnya, sentuhan akhir kembali menjadi kendala.

Baca Juga: Bayern Munchen Tim Hebat tapi Real Madrid Bisa Kalahkan

Peluang terbaik hadir di paruh kedua, namun usaha Ole Romeny dan Rizky Ridho masih belum menemui sasaran setelah bola kembali membentur mistar dan digagalkan kiper lawan.

Di sisi lain, Bulgaria tetap berbahaya lewat skema serangan balik. Emil Audero bahkan harus melakukan penyelamatan penting untuk menjaga asa timnya tetap hidup hingga menit akhir.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah. Indonesia harus puas finis sebagai runner-up, meski tampil cukup menjanjikan sepanjang turnamen.

Baca Juga: Dino Zoff Kecewa dengan Selebrasi Sejumlah Pemain Italia

Herdman pun menegaskan bahwa kekalahan ini bukan akhir, melainkan bagian dari proses yang sedang dibangun. Ia optimistis fondasi permainan yang ada saat ini akan membawa Indonesia ke level yang lebih tinggi.

"Kami berada di jalur yang benar. Tinggal memperbaiki detail kecil, terutama di penyelesaian akhir," katanya.

Tags

Terkini