SportlinkNews - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, secara terang-terangan melayangkan pujian terhadap performa impresif penggawa muda Persija Jakarta, Rayhan Hannan. Ia menilai anak asuhnya tersebut sukses mempertontonkan kapasitasnya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di kompetisi tanah air saat ini.
Kekaguman Herdman terhadap bakat besar Hannan sebenarnya sudah terendus oleh publik sejak beberapa waktu yang lalu. Berkat konsistensi performa yang ditunjukkannya, namanya dipanggil untuk masuk dalam daftar pemusatan latihan Timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2026.
Aspek utama yang paling memikat hati Herdman dari gaya main Hannan adalah determinasi tinggi di atas lapangan hijau. Mantan pelatih Timnas Kanada tersebut menegaskan daya juang tanpa lelah sepanjang laga itu merupakan fondasi karakter yang dicarinya.
"Rayhan Hannan adalah pemain muda yang bagus. Saya senang melihat intensitas permainannya," kata Herdman kepada awak media.
Faktor etos kerja alami ini dinilai sangat selaras dengan filosofi sepak bola modern yang ingin ditanamkan sang pelatih ke dalam tubuh skuad Garuda. Kemauan sang pemain untuk aktif menekan lawan menjadi poin plus yang sangat krusial di mata staf kepelatihan.
"Satu hal yang saya tanamkan dalam identitas taktik Timnas Indonesia ialah intensitas, dan saya rasa Hannan melakukannya secara alami. Dia memiliki keinginan untuk merebut bola tanpa harus pelatih suruh," ujarnya.
Baca Juga: PSG Kicep, Real Madrid Masih Jadi Juara Liga Champions Back to Back Sepanjang Masa
Selain aspek ketahanan fisik dan daya jelajah yang tinggi, Herdman juga menggarisbawahi atribut ofensif yang dimiliki oleh Hannan. Visi bermain yang jeli serta kemampuan membaca ruang vertikal dinilai menjadi keunggulan lain yang membuat Hannan tampil sangat menonjol.
"Saya juga menikmati kemampuan kreativitasnya di lapangan, terutama untuk Persija Jakarta," ucapnya.
Kemampuan teknis ini dibuktikan lewat kontribusi nyata Hannan di Super League menjelang akhir musim. Dalam beberapa laga krusial, ia bertransformasi menjadi dinamo serangan yang sangat menakutkan bagi lini pertahanan musuh.
Baca Juga: Deretan Pelatih yang Sukses Meraih Gelar Juara Liga Champions, Luis Enrique Catat Rekor Baru
"Bisa dilihat dalam lima laga terakhir musim ini dia menunjukkan bahwa dirinya bisa mencetak gol, memecah garis pertahanan, dan ketika kehilangan bola dia bertekad untuk merebut bola itu kembali," tuturnya.
Kombinasi antara insting mencetak gol dan kedisiplinan taktik dalam bertahan yang membuat sosok Hannan dinilai sangat langka. Karakteristik gelandang modern semacam ini sangat jarang ditemukan dalam ekosistem sepak bola modern di tanah air saat ini.