Kombinasi serangan dari King Leo, Russell, dan Farhan membawa mereka unggul hingga 16-10.
Baca Juga: Janice Tjen Borong Dua Gelar Juara di ITF W35 Goyang
Meski LavAni sempat mendekat, Bhayangkara berhasil mengamankan set ini berkat pelanggaran net touch yang dilakukan LavAni di poin krusial, dan menutup set dengan skor 25-22.
Semangat Bhayangkara terus menyala di set keempat.
Farhan membuka skor dengan ace, dan mereka sempat tertinggal 12-16.
Baca Juga: Hadapi China di GBK, Timnas Indonesia Tanpa Suporter Fanatik dan 2 Pemain Kunci
Namun Bhayangkara mampu membalikkan skor menjadi 18-17 dan menjaga keunggulan hingga 25-22, memaksa laga berlanjut ke set kelima.
Di set penentuan, Bhayangkara tampil agresif sejak awal.
Service ace dari King Leo dan serangan Russell memperlebar jarak menjadi 11-7.
Baca Juga: Hasil Liga 1: Semen Padang Tahan Imbang Persebaya, Paul Munster Diusir Wasit
Kondisi LavAni yang hanya memiliki satu libero menyulitkan pertahanan mereka.
Momentum ini dimanfaatkan dengan baik oleh Bhayangkara yang akhirnya mengunci kemenangan 15-9.
Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan dominasi Bhayangkara Presisi di kancah bola voli Indonesia sebagai juara bertahan Proliga.
Baca Juga: Bus Persik Kediri Dilempari Batu Usai Kalahkan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Ze Valente Buka Suara
Pertarungan sengit di grand final ini menjadi bukti kualitas dan mental tangguh tim asuhan pelatih Bhayangkara yang tampil tanpa gentar meski sempat tertinggal dua set.
Artikel Terkait
Nick Kuipers Berpeluang Kembali ke Belanda Usai Antar Persib Juara Liga 1, MVV Maastricht Siap Tampung
Barcelona Vs Real Madrid: Menanti Pesta di Estadi Olimpic Lluis Companys dalam 42 Tahun
Susunan Pemain Barcelona Vs Real Madrid: Hansi Flick Ubah Strategi, Ancelotti Terpaksa Menurunkan Pemain yang Sama
Aremania Lempari Bus Persik Usai Laga, Kembalinya Arema FC ke Kanjuruhan Diwarnai Insiden
Jafar/Felisha Juara Taipei Open 2025, Sinyal Positif Regenerasi Ganda Campuran Mulai Bekerja