Ia mengungkapkan bahwa saat pertama kali menerima pesan tentang kepindahan tersebut, ia pikir itu hanya sekadar rumor atau mungkin kesalahan terjemahan.
"Awalnya aku pikir itu hanya rumor atau mungkin kesalahan terjemahan," ujar Neslihan dengan senyum lebar.
"Tapi setelah aku konfirmasi ke federasi dan membaca beritanya sendiri, aku sungguh tidak bisa mengatakan kata-kata itu."
Baca Juga: Donald Trump Kantongi Medali Juara Piala Dunia Antarklub Milik Chelsea
Neslihan yang dikenal sebagai "The Iron Lady" dan pernah menjadi top skorer dunia, memang sudah lama mengamati perjalanan karier Megawati Hangestri.
Selama dua musim terakhir, ia mengikuti dengan seksama penampilan Megawati bersama Dejon Red Sparks.
Baginya, Megawati adalah pemain dengan visi permainan yang sangat matang, etos kerja profesional, dan kemampuan untuk tampil dalam situasi krisis.
"Klub seperti Fenerbahce, VakifBank, atau Eczacıbaşı jauh lebih cocok untuk kapasitasnya. Dia punya kekuatan luar biasa, teknik tinggi, dan mental juara. Bahkan banyak pelatih elit Eropa sangat mengaguminya," ujarnya.
Baca Juga: Olahraga dan Sains Saling Memberikan Kontribusi yang Sama Besar
Tak hanya Neslihan, pelatih legendaris asal Italia, Marcelo Abondanza, juga mengungkapkan kekecewaan mendalam.
Pelatih yang menangani klub raksasa Fenerbahce itu mengaku sudah lama mengincar Megawati Hangestri dan bahkan telah menawarkan kontrak besar sejak Desember lalu. Namun, Megatron memilih arah yang tak terduga.
“Dia adalah pemain impian saya sejak di Red Sparks. Kekuatan, mentalitas, dan leadership-nya di lapangan luar biasa. Tapi dia memilih klub divisi dua, bukan Super Lig. Saya terkejut dan kecewa, tapi saya hormati keputusannya,” ungkap Abondanza dengan nada getir.
Artikel Terkait
Barcelona di Ambang Bencana Batas Gaji Akibat Masalah Perizinan
Bagaimana Lookman Bisa Masuk Starting XI Inter Racikan Cristian Chivu?
Terungkap Alasan Modric Pindah ke Milan dari Real Madrid dan Keputusan Pakai Nomor Punggung 14
Ole Romeny Operasi, Timnas Indonesia Dalam Bahaya
Pengeluaran Terbesar Liga Primer Sepanjang Masa Terungkap, Chelsea Paling Boros