SportlinkNews - Manisa BBSK belum sempat merasakan smash keras Megawati Hangestri di lapangan, tapi efek kehadiran pevoli andalan Indonesia itu sudah mengguncang jagat voli Turki.
Klub peserta Kadinlar 1 Ligi atau kasta kedua Liga Voli Turki ini mendadak jadi buah bibir, terutama di Indonesia, sejak mengumumkan perekrutan Megatron.
Akun media sosial Manisa BBSK langsung kebanjiran komentar dari Volimania tanah air.
Bahkan, nama klub ini sempat merajai daftar popularitas situs statistik voli dunia, Volleybox.
Baca Juga: Ruang Ganti Timnas Voli Putri Indonesia Memanas, Megawati Tak Disukai Mediol
Fenomena ini membuat media olahraga Turki, Voleybolunsesi, angkat bicara.
“Lahir pada tahun 1999 dengan tinggi badan 185 cm, pemain yang memiliki basis penggemar besar, terutama di Asia,” tulisnya.
Puluhan ribu pengikut baru menyerbu Instagram klub, dan tribun stadion selalu lebih ramai setiap Mega turun bertanding di V-League Korea.
Kini, di Turki, euforia itu bahkan muncul sebelum ia memukul bola pertama. Konten tentang Manisa BBSK menyebar cepat di media sosial, dibagikan ribuan fans Indonesia.
Baca Juga: Drama Lima Set: Indonesia U21 Kandas dari Korea Selatan di Kejuaraan Dunia Voli
Publik voli Turki pun ikut penasaran, memburu rekaman smash dan servis mematikan Megawati saat berlaga di Korea.
Bagi skuat asuhan Gorkem Kazan, ini bukan sekadar perekrutan pemain, tapi investasi besar dalam popularitas.
Efek Megatron memberikan “promosi gratis” yang nilainya tak ternilai. Dukungan publik lokal dan internasional sudah di tangan—tinggal pembuktiannya di lapangan.
Baca Juga: Kekacauan di Mallorca saat Barcelona Memulai La Liga dengan Penuh Gaya
Artikel Terkait
FIVB Belum Mengumumkan Tes Gender pada Kejuaraan Dunia Bola Voli 2025
Pemain Top yang Menolak Kewarganegaraan Indonesia Bersinar di Liga Primer Inggris
Coppa Italia: Morata Debut di Como, Emil Audero Jatuh Bangun Disingkirkan Palermo Lewat Tos-tosan
KONI Sultra Kirim 8 Cabor ke PON Bela Diri, Akhir Agustus Langsung TC
Peringkat Pemain: Mallorca 0-3 Barcelona: La Vida Lamine Yamal di Palma