SportlinkNews - Tantangan berat menanti Jakarta Pertamina Enduro (JPE) pada Proliga Putri 2026.
Menyandang status juara bertahan, tim asal Ibu Kota itu tak hanya diburu rival-rivalnya, tetapi juga dibebani ekspektasi tinggi untuk kembali berdiri di podium tertinggi.
Bagi JPE, mempertahankan gelar juara yang diraih pada Proliga 2025 menjadi target utama musim ini.
Baca Juga: Jake Paul Melupakan Rahangnya yang Patah, Pamer Tumpukan Uang di Jet Pribadi
Manajer tim, Widi Triyoso, menyebut misi tersebut dijalankan dengan landasan kuat berupa komitmen penuh manajemen dan keberanian melakukan regenerasi besar dalam tim.
Keberhasilan musim lalu, menurut Widi, merupakan hasil dukungan total dari manajemen Pertamina.
Dukungan itu tak hanya terlihat dalam kebijakan anggaran, tetapi juga keterlibatan langsung jajaran manajemen yang rutin hadir di lapangan latihan.
Baca Juga: Dari Sweater Rajut Chelsea yang Hahal hingga Wol Musim Dingin Termurah
"Kejuaraan tahun lalu tidak datang begitu saja. Manajemen benar-benar turun gunung, hadir langsung, dan memberi dukungan penuh. Ini menunjukkan komitmen Pertamina terhadap klub sangat serius," ujar Widi dalam jumpa pers di SCTV Tower, Senayan, Senin, 22 Desember 2025.
Memasuki Proliga 2026, Jakarta Pertamina Enduro mengambil langkah berani dengan merombak komposisi tim.
Lebih dari 60 persen pemain diisi oleh talenta muda, seiring dengan komitmen klub untuk terus melahirkan generasi baru atlet voli nasional.
Baca Juga: Lewis Hamilton Sambut Pemeran Bond Girl ke Garasi
"Regenerasi tetap menjadi fokus kami. Total ada 19 pemain, dengan porsi pemain muda cukup dominan. Ini bagian dari proses jangka panjang klub," jelas Widi.
Dari sisi persiapan, JPE memastikan seluruh pemain asing telah bergabung. Tim kembali diperkuat Yana Shcherban asal Rusia dan mendatangkan Wilma Salas Rosell dari Kuba.
Meski salah satu pemain asing baru tiba, Widi memastikan proses adaptasi berjalan cepat karena tim telah berlatih intensif selama sekitar satu bulan.
Baca Juga: Heboh, Vinicius Jr Bertemu dengan Manchester United
Tekanan juara
Tekanan sebagai juara bertahan juga dirasakan langsung oleh Megawati Hangestri. Pemain yang kembali berseragam Jakarta Pertamina Enduro itu mengakui bahwa mempertahankan gelar jauh lebih berat dibandingkan saat merebutnya.
"Pasti berat karena mempertahankan juara. Apalagi musim lalu aku tidak di Pertamina, jadi tekanannya lebih terasa, tapi targetnya tetap bisa beri yang terbaik," ujar Megawati.
Pada Proliga 2025, Megawati membela Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia dan finis di posisi ketiga, sementara Jakarta Pertamina Enduro keluar sebagai juara.
Baca Juga: Jake Paul Melupakan Rahangnya yang Patah, Pamer Tumpukan Uang di Jet Pribadi
Kembalinya Megawati ke Pertamina disebut sebagai langkah yang natural, mengingat klub tersebut memiliki peran besar dalam perjalanan kariernya.
"Aku lahir di Proliga dan debut juga di Pertamina. Aku free setiap tahun, jadi bisa ke mana saja, tapi kembali ke sini rasanya seperti pulang," kata pemain berusia 24 tahun itu.
Widi pun menegaskan bahwa Megawati bukan sosok asing bagi klub. Sejak 2014, Megawati tercatat sudah lima kali memperkuat Jakarta Pertamina Enduro.
Baca Juga: Barcelona Hentikan Rentetan 6 Kemenangan Beruntun, Pelatih Villarreal Marahin Wasit
"Mega ini bukan pemain baru. Dia kembali ke rumahnya," ujar Widi.
Dengan rekam jejak tiga kali juara dan empat kali runner-up, Jakarta Pertamina Enduro menatap Proliga 2026 dengan kepercayaan diri sekaligus kewaspadaan tinggi.
Artikel Terkait
Konsistensi Pemainan Jadi Kunci Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2025, Samain Pencapaian Popsivo
Surabaya Samator Kalahkan SumselBabel, Amankan Posisi Ketiga Proliga 2025
Drama Lima Set! Bhayangkara Presisi Taklukkan LavAni di Final Proliga 2025
Proliga 2026 Siap Panas! Kota Baru, Tim Baru, dan Kompetisi Tanpa Libur Ramadan
Proliga 2026 Dimulai Januari, Best of Three Warnai Perebutan Gelar