Indonesia Gagal Pertahankan Gelar SEA V League, Tersingkir di Semifinal Leg 2

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Minggu, 26 Juli 2026 | 00:05 WIB
Timnas Voli Indonesia saat tampil di Leg 2 SEA V League 2026, di Velodrome, Jakarta, Sabtu, 26 Juli. Langkah Indonesia terhenti di semifinal, usai kandas di tangan Vietnam.
Timnas Voli Indonesia saat tampil di Leg 2 SEA V League 2026, di Velodrome, Jakarta, Sabtu, 26 Juli. Langkah Indonesia terhenti di semifinal, usai kandas di tangan Vietnam.

SportlinkNews - Dominasi Timnas voli putra Indonesia di SEA V League dipastikan berakhir.

Status juara bertahan yang selama ini disandang Timnas voli putra Indonesia resmi lepas setelah langkah mereka terhenti di babak semifinal Leg 2 SEA V Cup 2026.

Skuad Garuda kalah 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25) dari Vietnam di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu, 25 Juli.

Baca Juga: Taklukkan Arema, Persib Langsung Pimpin Klasemen Grup A Piala Presiden 2026

Kekalahan tersebut bukan hanya menggagalkan ambisi Indonesia tampil di partai puncak di hadapan publik sendiri, tetapi juga memastikan perebutan gelar juara musim ini akan menjadi milik Thailand atau Vietnam.

Sementara itu, Indonesia harus mengalihkan fokus ke perebutan peringkat ketiga menghadapi Kamboja.

Anak asuh Reidel Toiran sebenarnya membuka pertandingan dengan meyakinkan.

Baca Juga: Bambang dan Cristian Optimistis Timnas Indonesia Akhiri Puasa Gelar ASEAN Championship

Bermaterikan Farhan Halim, Boy Arnes, Hendra Kurniawan, Alvin Daniel, Fauzan Nibras, Putra Bagus, serta Rakha Abhinaya sebagai libero, Indonesia mampu mengimbangi permainan Vietnam yang tampil disiplin sejak awal.

Persaingan berlangsung ketat pada set pertama sebelum Indonesia berhasil memanfaatkan momentum di poin-poin krusial untuk mengamankan kemenangan 25-22 dan unggul 1-0.

Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan. Vietnam mulai menemukan ritme permainan pada set kedua dengan memperbaiki kualitas pertahanan dan penerimaan bola.

Baca Juga: Jelang Hadapi Indonesia di laga Grup A ASEAN Championship 2026, Pelatih Kamboja Akui Timnya Belum Solid

Sebaliknya, Indonesia justru kesulitan mengembangkan serangan akibat buruknya receive pertama.

Vietnam memanfaatkan kondisi itu untuk menyamakan kedudukan setelah merebut set kedua 25-22.

Momentum pertandingan sepenuhnya berubah pada dua set berikutnya. Permainan kolektif Vietnam semakin solid melalui blok rapat, pertahanan disiplin, dan serangan yang konsisten membuat Farhan Halim dan kolega kesulitan menemukan celah.

Baca Juga: ASEAN Championship 2026: Thailand Pesta Gol ke Gawang Laos, Kakana Khamyok Jadi Bintang Kemenangan

Indonesia terus berada di bawah tekanan hingga akhirnya menyerahkan set ketiga 19-25.

Situasi tidak banyak berubah pada set keempat. Kesalahan sendiri mulai sering dilakukan Skuad Garuda, sementara Vietnam tetap tampil tenang dan efektif untuk menutup pertandingan dengan kemenangan 25-18 sekaligus memastikan tiket ke final.

Pelatih Reidel Toiran mengakui timnya kehilangan momentum setelah memenangi set pembuka. Menurutnya, penurunan kualitas receive menjadi penyebab utama permainan Indonesia tidak lagi berkembang.

Baca Juga: Asian Taekwondo Indonesia Open 2026 Siap Digelar, Atlet 32 Negara Berburu Poin Dunia

"Anak-anak memulai laga dengan baik di set pertama. Namun memasuki set kedua dan seterusnya, kita kehilangan fokus dan mulai berada di bawah tekanan lawan," ujar Toiran.

"Receive kita memburuk sehingga alur serangan tidak berjalan sesuai rencana. Vietnam bermain sangat konsisten malam ini dan layak menang," tambahnya.

Kapten tim Farhan Halim juga menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter yang memadati arena pertandingan. Ia menilai Vietnam tampil lebih siap, terutama dalam aspek pertahanan dan blocking.

Baca Juga: Performa Sempat Menurun, Enzo Maresca Buka Suara soal Misi Revitalisasi Phil Foden

"Kami minta maaf belum bisa memberikan hasil terbaik dan melangkah ke final. Vietnam tampil sangat solid, terutama dari segi pertahanan dan blok. Kami sempat kehilangan ritme setelah set pertama dan sulit bangkit dari tekanan," ungkap Farhan.

Meski gagal mempertahankan peluang juara, manajer tim Adang Ginanjar meminta para pemain segera melupakan hasil tersebut.

Menurutnya, Indonesia masih memiliki target menutup turnamen dengan kemenangan saat menghadapi Kamboja dalam perebutan tempat ketiga.

Baca Juga: Ardana Cikal Ukir Sejarah, Jadi Atlet Indonesia Pertama Tembus Final Boulder Kejuaraan Dunia Junior

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBVSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X