voli

Duel Klasik LavAni vs Bhyangkara Kembali Lagi di Final Putra Proliga 2025, Ulangan Musim Lalu

Jumat, 9 Mei 2025 | 20:13 WIB
PARA perwakilan klub putra dan putri, serta PBVSI berfoto bersama usai jumpa pers jelang Grand Final Proliga 2025 di Hotel Kimaya, Yogyakarta, Jumat, 9 Mei 2025.

SportlinkNews - Duel klasik antara Jakarta LavAni Livin Mandiri dan Jakarta Bhayangkara Presisi kembali hadir di partai puncak PLN Mobile Proliga 2025. Pertemuan ini merupakan ulangan final musim lalu.

Laga bergengsi ini akan digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada Minggu, 11 Mei 2025. Sehari sebelumnya, laga final sektor putri akan mempertemukan Jakarta Pertamina Enduro melawan Jakarta Popsivo Polwan, yang juga menjanjikan pertarungan sengit.

Tahun lalu, Bhayangkara Presisi sukses menggagalkan ambisi hattrick LavAni. Kini, pertanyaannya, mampukah Bhayangkara mempertahankan gelar, atau LavAni membalas dendam untuk merebut kembali tahta yang pernah mereka kuasai pada 2022 dan 2023.

Baca Juga: Cedera Bahu, Mario Aji Gagal Tampil di Moto2 Grand Prix Prancis

"Kekuatan tim finalis berimbang baik di putra maupun putri. Mereka sudah saling mengalahkan di babak final four," ujar Ketua Proliga, Hanny S. Surkatty, dalam konferensi pers di Hotel Kimaya, Yogyakarta, Jumat, 9 Mei 2025.

Di final four, Bhayangkara menjadi juara putaran pertama, sementara LavAni mengambil alih dominasi di putaran kedua, ini semakin mempertegas rivalitas yang kini mencapai titik puncak.

Keduanya sudah pernah sama-sama merasakan podium tertinggi Proliga. LavAni sudah dua kali juara (2022 dan 2023), sementara Bhayangkara, termasuk ketika masih bernama Surabaya Bhayangkara Samator, telah mengoleksi tiga gelar juara (2018, 2019, 2024).

Sementara itu di putri, duel Jakarta Pertamina Enduro vs Jakarta Popsivo Polwan akan menghasilkan juara baru. Juara bertahan, Jakarta BIN tahun ini memilih absen

Baca Juga: Gerald Vanenburg Pantau Latihan Persis Solo, OKS: Pemain Harus Membuktikan Kemampuannya di Pertandingan

Pertamina tampil konsisten sepanjang musim dan memimpin putaran pertama final four, sedangkan Popsivo bangkit dan memuncaki putaran kedua.

Baik Pertamina maupun Popsivo juga punya catatan yang impresif di Proliga. Pertamina sudah dua kali juara Proliga (2014 dan 2018) serta empat kali runner-up, termasuk tahun lalu.

Sementara Popsivo punya tiga gelar juara (2012, 2013, 2019) dan kini kembali ke final setelah enam tahun.

Popsivo semakin mendekati raihan yang dimiliki oleh Bandung bjb dengan koleksi empat gelar juara Proliga

Sebelum laga final, Proliga 2025 juga menyajikan pertandingan perebutan peringkat ketiga.

Baca Juga: Mikel Arteta Gagal Bawa Trofi untuk Arsenal dalam 5 Musim, Kalah Mentereng dari Erik ten Hag

Di putra, Bank Sumsel akan berhadapan dengan Surabaya Samator, sedangkan di putri, Jakarta Electric PLN, runner-up 2024, akan melawan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia.

Proliga musim ke-23 ini tak hanya menawarkan gengsi, tapi juga hadiah total ratusan juta rupiah.

Masing-masing juara putra dan putri akan mendapat Rp 400 juta, runner-up Rp 250 juta, peringkat ketiga Rp 150 juta, dan keempat Rp 100 juta.

Kategori individu terbaik, termasuk MVP, juga diganjar hadiah khusus senilai Rp 10 juta. Sementara MVP mendapatkan Rp 25 juta.

Tags

Terkini