Ini menjadi titik lemah yang dimanfaatkan lawan untuk meredam agresivitas Doni dan kawan-kawan.
Baca Juga: Apa Saja Kemajuan Terbaru dalam Teknologi GPS untuk Melacak Olahraga Lapangan?
Pelatih Pakistan, Rahman, mengapresiasi perjuangan timnya sekaligus memuji performa Indonesia di awal laga.
Ia mengakui bahwa kekuatan servis dan blok menjadi kunci kemenangan Pakistan.
"Tim Indonesia bermain sangat bagus di set pertama, namun kami memperbaiki servis dan receive di set berikutnya. Itu menjadi pembeda hari ini," kata Rahman dalam unggahan resmi timnas voli Pakistan.
Baca Juga: Tak Mau Kalah dengan Mantan Pemain Real Madrid, Gareth Bale Ingin Caplok Klub Liga Inggris
Sementara itu, dari kubu Indonesia, asisten pelatih Erwin Rusni menyoroti buruknya kualitas penerimaan bola pertama.
Ia menilai hal ini membuat pengaturan serangan menjadi tidak maksimal dan terlalu mudah ditebak oleh lawan.
“Penerimaan bola pertama tidak sempurna, sehingga sulit membangun serangan variatif. Akibatnya, blok Pakistan jadi efektif,” jelas Erwin.
Baca Juga: Prediksi Real Madrid vs Pachuca: Berburu Kemenangan Pertama
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar block point Indonesia justru datang dari pemain luar posisi middle blocker, seperti Doni Haryono dan Farhan Halim.
Hal ini menunjukkan ketidakseimbangan dalam sistem pertahanan net Indonesia.
Meski tersingkir dari perburuan gelar, perjuangan timnas voli Indonesia belum berakhir.
Skuad asuhan Jeff Jiang Jie dijadwalkan menghadapi Vietnam dalam babak klasifikasi peringkat 5-8 yang berlangsung pada Minggu (22/6/2025).