SportlinkNews - Situasi timnas voli putri Indonesia mendadak menjadi sorotan tajam menyusul outsider Mediol Stiovanny Yoku melontarkan kritik terbuka yang mengejutkan.
Dalam sesi wawancara pasca melawan Filipina di SEA V League 2025 pekan lalu, Mediol secara blak-blakan menyatakan tidak puas dengan kepemimpinan kapten tim Megawati Hangestri Pertiwi.
Kepada Moji TV Mediol awalnya bicara soal evaluasi tim. Namun, suasana berubah tegang setelah atlet asal Kabupaten Jayapura, Papua itu ditanyakan soal peran kapten.
Baca Juga: Megawati Salah Langkah ke Liga Turki, Cuma Dimanfaatkan Manisa BBSK
Menurutnya kapten memiliki tanggung jawab yang besar. "Tapi saya rasa arah permainan kita sering hilang. Saat tertekan tidak ada instruksi yang jelas. kami seperti berjalan tanpa kompas," ujar Mediol dengan wajah serius.
"Jujur saja, saya tidak setuju dengan beberapa keputusan di lapangan. Ini bukan soal pribadi, tapi masalah kepemimpinan," pemain klub Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia itu melanjutkan.
Pernyataan itu sontak membuat jurnalis terdiam sebelum melanjutkan kembali pertanyaan.
Timnas voli putri Indonesia mencatat hasil buruk pada SEA V League 2025. Dari leg 1 dan leg 2, skuat Garuda tidak sekali pun meraih kemenangan.
Baca Juga: Timnas Voli Putri Takluk Lagi dari Thailand, Kekalahan Keempat di SEA V League 2025
Pada leg 1 menelan tiga kekalahan beruntun. Tren negatif kembali berlanjut pada leg kedua dengan nihil kemenangan. Praktis Megawati dan kawan-kawan mengakhiri SEA V League 2025 sebagai juru kunci.
Kontan hasil tersebut menuai kritik tajam dari publik pecinta voli nasional.
Pelatih timnas putri Ocatavian mesti enggan mengomantari kritik langsung dari Mediol, mengakui ada pekerjaan besar yang harus dilakukan dari sektor komunikasi dan mental tim.
Baca Juga: Sunderland Kembali Gemilang dengan Kemenangan 3-0 atas West Ham
"Kami akan evaluasi tim internal, semua pemain termasuk kapten harus siap menerima masukan. Ini bukan waktu untuk saling menyalahlkan tapi membenahi yang salah," ujarnya.