voli

Proliga 2026: Garuda Jaya Kembali Tumbang, Peluang ke Grand Final Kian Terjal

Sabtu, 4 April 2026 | 20:59 WIB
Pemain Bhayangkara Presisi berusaha mengblokir bola smes dari punggawa Jakarta Garuda Jaya di final four putaran pertama Proliga 2026, di Surabaya, Sabtu, 4 April 2026. Garuda menelan kekalahan kedua. (PBVSI)

SportlinkNews - Jakarta Garuda Jaya kembali menelan kekalahan pada ajang Final Four Proliga 2026 setelah takluk dari juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor telak 0-3 (18-21, 14-25, 17-25) di Jawapos Arena, Sabtu, 4 April 2026.

Hasil ini membuat langkah Garuda Jaya menuju grand final semakin berat.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan kedua bagi Garuda Jaya di fase krusial ini. Sehari sebelumnya mereka juga ditekuk oleh LavAni Livin Transmedia juga dengan skor telak 0-3.  

Baca Juga: Rosenior Tegaskan Sanksi Enzo Fernandez demi Jaga Integritas Chelsea

Pada laga ini, Garuda Jaya kembali gagal mengimbangi permainan lawan, terutama saat menghadapi tekanan servis dan konsistensi serangan Bhayangkara Presisi.

Pada set pertama, Garuda Jaya sebenarnya mampu memberikan perlawanan, namun permasalahan klasik muncul saat poin-poin krusial.  

Permainan terbuka yang diperagakan Fauzan Nibras, Dawuda, hingga Movsar Bataev sempat membuat duel berjalan ketat hingga pertengahan set.

Baca Juga: Hasil Super League: PSM Gagal Amankan Tiga Poin Saat Jamu Persis

Namun, receive yang kurang stabil membuat ritme serangan terganggu di poin-poin penting, hingga akhirnya mereka menyerah 18-25.

Memasuki set kedua, performa Garuda Jaya justru menurun drastis. Mereka kesulitan keluar dari tekanan sejak awal set, bahkan sempat tertinggal jauh akibat rentetan servis tajam lawan.

Minimnya koordinasi antarpemain membuat pertahanan mudah ditembus, dan set ini pun berakhir dengan selisih mencolok 14-25.

Baca Juga: Dilarang Main Lawan Persija, Ryo Matsumura Beri Komentar Sarkas

Set ketiga, punggawa Garuda sempat memberi harapan. Mereka mampu menjaga keseimbangan permainan hingga skor 10-10. Namun lagi-lagi, inkonsistensi menjadi pembeda.

Setelah kehilangan momentum, mereka tak mampu mengejar ketertinggalan dan akhirnya menutup laga dengan kekalahan 17-25.

Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengakui timnya belum mampu menjalankan strategi dengan baik. "Receive kami tidak berjalan sesuai rencana. Servis lawan benar-benar merusak permainan."

Baca Juga: Data dan Fakta Menarik Duel Manchester City Vs Liverpool di Piala FA

Ia juga menyoroti persoalan kekompakan yang masih menjadi pekerjaan rumah utama. "Tosser belum sepenuhnya memahami kemauan pemain. Ini yang membuat alur serangan tidak maksimal," tambahnya.

Meski masih banyak kekurangan, tetapi sang kapten, Dawuda, melihat ada sedikit perkembangan meski hasil belum berpihak. "Kami memang kalah, tapi dari sisi permainan ada peningkatan. Kami harus tetap optimistis."

Peluang menipis

Dengan dua kekalahan, posisi Garuda Jaya di klasemen sementara Final Four berada dalam tekanan. Dalam format kompetisi ini, hanya dua tim teratas yang berhak melaju ke grand final, sehingga setiap kemenangan menjadi sangat krusial.

Baca Juga: Piala FA: Arsenal Hadapi Southampton Tanpa Dukungan Madueke, Eberechi, dan Hincapie

Peluang Garuda Jaya sejatinya masih terbuka, namun dengan syarat berat. Mereka wajib menyapu bersih sisa pertandingan, sekaligus berharap pesaing lain terpeleset.

Selain itu, rasio set kemenangan juga berpotensi menjadi penentu jika terjadi persaingan ketat di klasemen akhir.

Namun, melihat performa sejauh ini, tantangan terbesar Garuda Jaya bukan hanya soal hasil, tetapi juga konsistensi permainan.

Baca Juga: Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi Dibatalkan, Ini yang Dilakukan Tim Selama Masa Jeda Balap

Masalah receive, komunikasi antara tosser dan spiker, serta ketenangan di poin-poin krusial harus segera dibenahi jika ingin menjaga asa ke grand final tetap hidup.

Kini, Garuda Jaya dituntut tampil tanpa cela di laga-laga berikutnya. Sebab, satu kekalahan tambahan saja bisa menjadi penutup peluang mereka menuju partai puncak Proliga 2026.

Tags

Terkini