voli

JPE Pertahankan Gelar, Sapu Bersih Final Proliga 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 21:42 WIB
Para pemain Jakarta Pertamina Enduro berpelukan usai memastikan mempertahankan gelar juara Proliga 2026. Mereka menang agregat 2-0 atas Gresik Phonska Plus di Grand Final, GOR Amongrogo, 25 April. (PBVSI)

SportlinkNews - Tim putri Jakarta Pertamina Enduro sukses mempertahankan gelar juara Proliga 2026.

Mereka menundukkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia 3-0 (25-19, 25-23, 25-21) pada Grand Final leg kedua di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu, 25 April 2026.

Dengan hasil ini, maka JPE menang agregat 2-0 di Grand Final. Pada leg 1, JPE juga menang 3-1 atas Phonska.

Baca Juga: Timnas Hoki Putri Indonesia Pastikan Tiket ke Asian Games 2026

Gelar ini menjadi yang keempat bagi JPE sejak berpartisipasi di Proliga, setelah sebelumnya juara pada 2014, 2018, 2025, dan kini 2026. Sebaliknya, Gresik Phonska Plus, sejak mengikuti Proliga 2002 belum sekalipun meraih tropi juara.

Pada laga puncak, sejak set pertama, JPE langsung tampil menekan dengan menurunkan skuad terbaik.

Kombinasi Megawati Hangestri, Irina Voronkova, dan Wilma Salas menjadi pembeda lewat serangan tajam dan pertahanan solid yang sulit ditembus lawan.

Baca Juga: Dari Service Point ke 15x3, Evolusi Sistem Skor BWF

Phonska Plus yang mengandalkan Medi Yoku dan kawan-kawan sempat memberikan perlawanan, terutama di set kedua.

Namun, kematangan mental JPE membuat mereka tetap mampu mengamankan poin-poin krusial dan menutup set tersebut dengan skor tipis 25-23.

Memasuki set ketiga, JPE semakin dominan. Unggul sejak awal hingga akhir, mereka akhirnya mengunci kemenangan 25-21 sekaligus memastikan gelar juara.

Baca Juga: PBSI Kaji Sistem Skor 15x3 Usai Disahkan BWF

Pelatih JPE, Bullent Karsioglu, menyebut kunci kemenangan timnya adalah kesabaran dalam bermain. "Kami selalu bermain sabar, dan hasilnya kita tahu semua, kami juara hari ini," ujarnya.

Ia juga menegaskan, "Bila kami diberi kesempatan oleh federasi, Pertamina siap mewakili Indonesia di kancah internasional. Karena  di tim ini banyak pemain potensial," tambahnya. 

Sementara itu, Megawati mengaku bersyukur atas performa tim yang tampil konsisten sepanjang laga final. "Yang saya syukuri selain kemenangan, teman-teman bermain sangat bagus," katanya.

Baca Juga: Piala Thomas 2026: Sapu Bersih Aljazair, Indonesia Matangkan Adaptasi Jelang Dua Laga Krusial

Di kubu lawan, pelatih Phonska Plus, Alessandro Lodi, mengakui keunggulan JPE sebagai tim terbaik di final.

Ia mengatakan bahwa timnya sudah berusaha memperbaiki penampilan, tetapi untuk melawan Pertamina, menurutnya memang diperlukan performa yang ekstra luar biasa. 

Selain trofi, JPE juga berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar Rp400 juta, sementara Phonska Plus sebagai runner-up mendapatkan Rp250 juta.

Baca Juga: Frank Lampard Tolak Chelsea Pilih Setia bersama Coventry City

Di posisi ketiga dan keempat secara berurutan ada Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Electric PLN Mobile. 

Tags

Terkini