SportlinkNews - Sistem skor dalam bulu tangkis terus mengalami perubahan seiring upaya meningkatkan daya tarik dan dinamika pertandingan.
Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) tercatat telah menerapkan sedikitnya tiga format skor berbeda sebelum mencapai sistem yang digunakan saat ini.
Pada era sebelum 2006, BWF menggunakan sistem pindah bola (service point system). Dalam format ini, pertandingan dimainkan hingga 15 poin untuk tunggal putra dan ganda, serta 11 poin untuk tunggal putri.
Baca Juga: Cavs Tumbang Telak di Gim 3, Raptors Kembali Buka Persaingan
Namun, poin hanya bisa diperoleh oleh pemain atau pasangan yang sedang melakukan servis.
Jika penerima servis memenangkan reli, mereka hanya mendapatkan giliran servis tanpa tambahan poin.
Khusus nomor ganda, sistem ini juga mengenal servis pertama dan kedua. Format tersebut kerap membuat durasi pertandingan lebih panjang dan sulit diprediksi.
Baca Juga: Buntut Perselisihan dengan Gasperini, Claudio Ranieri Tinggalkan AS Roma
Memasuki 2006, BWF mengadopsi perubahan besar dengan memperkenalkan sistem rally point 21 x 3 yang masih digunakan hingga sekarang.
Dalam sistem ini, setiap reli menghasilkan poin bagi pemenangnya, tanpa memandang siapa yang melakukan servis.
Pertandingan dimainkan dengan format best of three games, di mana setiap gim mencapai 21 poin.
Baca Juga: Bukan Allegri atau Conte, Pep Guardiola Jadi Target Impian Timnas Italia
Jika terjadi skor imbang 20-20, pertandingan dilanjutkan hingga selisih dua poin, dengan batas maksimal 30. Sistem ini dinilai lebih cepat, dinamis, serta lebih mudah dipahami oleh penonton.
Selain dua sistem utama tersebut, BWF juga sempat melakukan uji coba format alternatif, yakni sistem 11 x 5.
Format ini memainkan lima gim dengan masing-masing gim hingga 11 poin. Tujuannya adalah meningkatkan tempo dan intensitas pertandingan.
Baca Juga: Nasib Apes Real Madrid, Ditahan Real Betis dan Kylian Mbappe Malah Cedera
Namun, sistem 11 x 5 tidak pernah diadopsi secara permanen. Berbagai pertimbangan teknis serta respons dari pemain menjadi alasan utama BWF tidak melanjutkan penggunaan format tersebut.
Lalu terakhir yang akan diterapkan mulai 4 Januari 2027, adalah format sistem 15 poin x 3 gim.
Format skor ini sudah diuji coba selama 2025 mulai April hingga Oktober di beberapa turnamen, termasuk Kejuaraan Benua, turnamen Grade 3, liga nasional dan internasional, serta turnamen nasional.
Baca Juga: Real Madrid Dirugikan, Arbeloa Sebut Dua Keputusan Tak Tepat Wasit
BWF melakukan perubahan sistem skor ini karena bila dibandingkan dengan sistem saat ini, 15 x 3 memiliki jumlah poin lebih sedikit per gim, yang meningkatkan kemungkinan setiap poin menjadi lebih menarik.
"Selain gim lebih cepat, juga memberikan keseimbangan terbaik dalam hal keseruan di setiap pertandingan. Sehingga bisa menjaga minat penonton dan kesehatan serta ketahanan atlet dalam jangka panjang," tulis BWF.
Artikel Terkait
Format Skor Baru, Tantangan Indonesia Pertahankan Gelar Piala Suhandinata 2025
BWF Kembali Uji Coba Aturan Time Clock 25 Detik di Indonesia Masters 2026
BWF Rombak World Tour, Super 1000 Jadi Lima Turnamen
BWF Siapkan Sistem Skoring Baru 3x15, Minta Persetujuan di Rapat Umum Tahunan
PBSI Kaji Sistem Skor 15x3 Usai Disahkan BWF