SportlinkNews - Prawira Bandung memastikan bahwa mereka masih terus mengaum, meski harus tampil tanpa motor permainan Yudha Saputera yang harus menepi karena cedera.
Saat ini, Prawira masih berjuang mencari tempat untuk masuk ke playoff IBL 2025.
Saat ini Prawira masih menempati papan tengah di peringkat 9 dengan 26 poin hasil 10 kali menang dan 6 kekalahan.
Sementara di atasnya ada Kesatria Bengawan Solo dan Borneo Hornbills dengan catatan yang sama 27 poin di posisi 7 dan 8.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Gagal Total di MotoGP Prancis 2025, Dani Pedrosa Beri Kritik Tajam
Meski tertinggal, Prawira masih memiliki jumlah pertandingan lebih banyak dibanding dua pesaingnya tersebut.
Kesatria sudah bermain 17 kali sementara Borneo bahkan sudah 19 kali, sementara Prawira baru 16 kali bertanding, sehingga kesempatannya untuk mengejar poin lebih besar.
Kemenangan terakhir Prawira tercatat di akhir pekan lalu, 10 Mei 2025, atas Tangerang Hawks di Indomilk Arena, Tangerang dengan hasil 77-74 bagi Prawira. Hasil tersebut memperpanjang napas Prawira dalam perburuan tiket playoff.
Juga menjadi momen kebangkitan sekaligus unjuk karakter tim. Bagaimana seluruh pemain bisa menutup lubang saat Yudha tidak ada.
Baca Juga: Gol Bunuh Diri Bayangi Akhir Musim Liga 1 2024/25: 9 Tim Catat Dua Blunder
Bintang Prawira, DeVaughn Washington mengatakan bahwa kehilangan Yudha ini seharusnya ditanggapi dengan baik.
Karena ini menurutnya, menjadi kesempatan bagi pemain-pemain lainnya untuk menunjukkan apa yang mereka bisa lakukan sebagai pemain dan sebagai pribadi.
"Kita harus bisa tampil lebih baik lagi, kendati tanpa Yudha. Ini kesempatan bagi para pemain lain untuk menunjukkan kualitas dan menggantikan tugas dari pemilik nomor 8 itu," imbuhnya.
Meski mengakui bahwa absennya Yudha memberikan pengaruh terhadap ritme permainan, pelatih David Singleton tetap menebar keyakinan bahwa timnya masih punya tenaga untuk mengamankan posisi di babak playoff.
Baca Juga: LIB Kecam Aksi Pelemparan Bus Persik, Buat Sepak Bola Indonesia Kembali Tercoreng
"Ini bukan pertandingan yang mudah. Kami masih beradaptasi, dan pemain asing kami (Brandis Raley-Ross) baru bermain di tiga pertandingan," ujar pelatih yang akrab disapa Coach Dave tersebut.
Dave menilai, timnya kini mulai menemukan bentuk permainan. Hal itu yang dilihatnya saat pertandingan melawan Hawk.
"Saya sangat bangga dengan kontribusi banyak pemain lokal, begitu juga dengan Ross dan Devaughn di laga kemarin," tukasnya.
Dengan kemenangan penting tersebut, Prawira Bandung terus menjaga peluang mereka untuk lolos ke babak playoff IBL 2025.
Meski kompetisi masih menyisakan beberapa laga krusial, semangat dan mentalitas juang yang ditunjukkan tim dinilai Dave menjadi modal utama.
Artikel Terkait
Rans Simba Bogor dan Hangtuah Jakarta Bikin Sensasi Tajam di Paruh Musim IBL 2025
IBL All Stars 2025 Hadir dengan Konsep Baru, Indonesia Stars vs Foreign Stars
Tunjuk Justin Tatum sebagai Nahkoda Baru, Pelita Jaya Targetkan Persaingan Lebih Ketat di Asia
IBL All Star 2025, Duel Kekuatan Individu vs Kerja Sama Tim
Legenda Hidup Basket Indonesia Ali Budimanysah Ungkap Perbedaan Era di Lapangan