SportlinkNews - Liga basket paling bergengsi di dunia, NBA, tengah menjajaki kemungkinan membentuk kompetisi baru di Eropa.
Rencana ini diumumkan sebagai bagian dari kerja sama dengan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA), dengan tujuan mendorong potensi komersial bola basket di kawasan Eropa yang dinilai masih belum optimal.
George Aivazoglou, Wakil Presiden Senior sekaligus Managing Director NBA untuk kawasan Eropa dan Timur Tengah, mengungkapkan bahwa minat dan basis penggemar basket di Eropa sudah sangat kuat.
Baca Juga: China Bakal Diperkuat Wu Lei dan Pemain Kelahiran Swiss Hadapi Skuad Timnas Indonesia
Namun, secara nilai komersial, olahraga ini masih jauh dari potensi maksimalnya.
“Popularitas dan basis penggemar yang besar belum tercermin dalam nilai komersial yang semestinya."
"Kami yakin, dengan keahlian yang kami miliki, kami bisa menciptakan produk yang menguntungkan bagi penggemar, investor, tim, dan pemain,” ujarnya dalam forum SportsPro Live di London.
Baca Juga: Head to Head Persib Bandung vs Persis Solo, Maung Bandung tetap Incar Kemenangan di GBLA
NBA menyoroti kesenjangan nilai yang cukup besar.
Menurut Aivazoglou, basket Eropa saat ini hanya menyumbang kurang dari satu persen dari total pangsa pasar olahraga Eropa secara komersial, meski menjadi olahraga kedua paling populer.
Hal ini memunculkan peluang besar bagi NBA untuk memperluas kehadiran globalnya.
Baca Juga: Madura United FC Pertahankan Iran Junior dan Pedro Monteiro untuk Musim Depan
Meski demikian, tidak semua pihak menyambut rencana tersebut dengan tangan terbuka.
EuroLeague, liga basket utama di Eropa, menilai ekspansi NBA sebagai ancaman terhadap tradisi panjang bola basket Eropa.
Artikel Terkait
Petinju Inggris Kalah Melawan Kanker 2 Minggu Setelah Menikah
Memahami Emosi Kolektif untuk Mengoptimalkan Kinerja Olahraga
Perenang Ini Mendadak Jadi Miliuner dalam 21 Detik, tapi Tak Diakui World Aquatics
Megawati Minta Maaf Usai Amarahnya Meledak Dikritik Penggemar
5 Berita Transfer Teratas Serie A: Kemungkinan Kembalinya Chiesa hingga Pembicaraan Inter dan Rasmus Hojlund