Shai Gilgeous-Alexander Berdiri di Garis Api: Bangkitkan Thunder, Hidupkan Harapan Juara

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 14 Juni 2025 | 20:20 WIB
Shai Gilgerous-Alexander kembali dianugerahi gelar MPV wilayah Barat usai memastikan OKC Thunder jadi tim pertama yang lolos ke final NBA 2025. Di Gim 5, Thunder menang telak 124-94 atas Timberwolves.
Shai Gilgerous-Alexander kembali dianugerahi gelar MPV wilayah Barat usai memastikan OKC Thunder jadi tim pertama yang lolos ke final NBA 2025. Di Gim 5, Thunder menang telak 124-94 atas Timberwolves.

SportlinkNews - Perlawanan yang diberikan oleh Oklahoma City Thunder pada Gim 4 final NBA tidak terlepas dari peran sang MVP Shai Gilgeous-Alexander.

Dalam kondisi kritis pada pertandingan ini, Shai memperlihatkan karakter seorang bintang sejati, bahwa dia tidak mau keluar dari Gainbridge Fieldhouse tanpa perlawanan. 

Ia pun memimpin kebangkitan dramatis di kuarter terakhir yang menyelamatkan harapan juara Thunder.

Dengan mencetak 15 poin hanya dalam empat menit 38 detik terakhir, termasuk 11 poin beruntun dalam tiga menutup, Shai memberikan Thunder kemenangan untuk kembali menyimbangkan kedudukan 2-2 ada final yang berjalan dalam seri "best of seven" ini.  

Baca Juga: PSG Perkenalkan Jersey Kandang Baru, Terinspirasi Menara Eiffel

"Saya tahu bagaimana jadinya jika kami kalah malam ini," ucap Gilgeous-Alexander seusai laga.

"Saya tidak ingin keluar tanpa semangat. Saya tidak ingin meninggalkan lapangan tanpa melakukan semua yang saya bisa untuk memenangkan pertandingan ini," ungkapnya lagi.

Shai mengaku dirinya tetap berusaha bermain agresif tanpa memaksakan permainan, menjawab tekanan dengan dua tembakan kunci usai Indiana Pacers sempat unggul empat poin. 

Kombinasi pick-and-roll dengan Jalen Williams menghasilkan tembakan tiga angka, lalu aksi isolasi dari sayap kirinya membuat Aaron Nesmith terpeleset dan membuka ruang untuk tembakan jarak menengah yang membawa Thunder unggul selamanya dengan waktu tersisa dua menit saja. 

Baca Juga: Timnas U-23 Thailand Kalah dari UEA, Persiapan Jelang ASEAN Cup U-23 2025 di Indonesia Ternodai

"Dia sulit dihentikan," puji pelatih Thunder, Mark Daigneault. "Dia tidak bermain bagus sepanjang malam, tapi ketika saatnya tiba, dia tampil sebagai pemain besar di momen besar."

Penampilan Shai bukan sekadar statistik. Ia menjadi simbol ketenangan dalam tekanan, sebagaimana diungkapkan rekan setimnya, Alex Caruso. 

"Anda tidak akan tahu apakah itu gim pramusim atau Final NBA Game 4 dari raut wajahnya. Tapi di balik ketenangan itu, ada semangat kompetitif yang merasuk ke seluruh tim," ucap Curaso.

Setelah mewujudkan impiannya untuk meraih MVP NBA, Shai kini dalam misi mewujudkan impiannya yang kedua, yakni tampil di final dan membawa timnya juara. 

"Sejak kecil, saya bermain di halaman rumah, membayangkan hitung mundur waktu di Final NBA. Sekarang saya menjalaninya, dan ini adalah berkat yang saya nikmati," tambah Shai kemudian.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: ESPN

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X