Prawira, yang merupakan juara IBL musim 2023, harus puas dengan pencapaian yang lebih rendah musim ini.
Brandis Raley-Ross menjadi top scorer dengan 22 poin, termasuk lima three-point. Yudha menambahkan 19 poin dengan enam three-point.
Pelatih Prawira, David Singleton mengakui bila ini adalah series yang berat untuk kedua tim. Faktor kelelahan menjadi salah satu yang mempengaruhi penurunan performa mereka di gim ketiga ini.
"Sebaliknya, kredit untuk Satria Muda yang tampil lebih baik dan solid. Kami jauh dari performa terbaik, tetapi saya dengan bangga tim ini (Prawira) yang bisa memaksakan gim ketiga dan memberikan semua yang terbaik di musim ini," ujarnya usai pertandingan.
Baca Juga: Andre Rosiade: Kalau Timnas Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia 2026, Patrick Kluivert Harus Dipecat
Sementara itu, pemain Prawira, Yudha Saputera menilai bahwa kekalahan ini, karena timnya tidak bisa melawan adjustment lawan di zone area.
Bisa dilihat dari statistik di mana mereka mendapatkan 46 poin di area paint atau sekitar 74.2 persen. Ini berbanding terbalik dengan milik Prawira yang hanya menghasilkan enam poin dari hasil tiga kali tembakan tripoin.
"Kami tidak bisa menghukum mereka (SM -Red.) di zone dan mereka melakukan transisi dengan baik. Mereka salah satu tim kuat kandidat juara musim ini, saya secara pribadi senang bisa mencapai di titik ini, bisa menghadapi Satria Muda untuk mendapatkan banyak pelajaran."
Sementara itu, pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh, menyambut positif kemenangan ini.
"Puji Tuhan. Ini series yang luar biasa. Banyak pelajaran yang kami ambil untuk semifinal nanti yang pasti lebih berat," ujarnya.
Menurut Youbel, meski menang, tetapi masih banyak yang harus timnya perbaiki untuk menghadapi babak semifinal yang dinilai pasti akan memiliki bobot pertandingan lebih berat.
"Puji Tuhan, ini series luar biasa. Kemarin, mental kita tidak seperti hari ini, di mana para pemain mau menunjukkan 100 persen dari hati di lapangan, karena dari awal kami sudah niat menang," ucapnya.
Satria Muda kini tinggal menanti pemenang dari duel antara Pelita Jaya Jakarta dan Tangerang Hawks Basketball untuk mengetahui siapa calon lawan mereka di semifinal IBL 2025.
Artikel Terkait
Kompetisi Semakin Keras dan Sengit: Perbasi, IBL dan Wasit Gelar Pertemuan Penting
Persaingan Sengit Masih Terjadi di Pekan Terakhir Musim Reguler IBL GoPay 2025
IBL Siapkan Tiga Penghargaan Baru untuk Best of The Best 2025
IBL 2025 Masuki Babak Playoff: Big Match Tersaji, Rivalitas Membara
Satria Muda Jakarta Tatap Playoff IBL 2025 dengan Kepercayaan Tinggi, Optimis Sapu Bersih Prawira