Transformasi Format, Mandiri 3x3 Indonesia Tournament Kini Lebih Kompetitif

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 14:54 WIB
Pengenalan format baru Mandiri 3x3 Indonesia Tournament yang akan berlangsung di tiga zona mulai 23 Agustus hingga 11 Oktober 2025, di Sarinah, Jakarta, 4 Agustus kemarin. (PERBASI)
Pengenalan format baru Mandiri 3x3 Indonesia Tournament yang akan berlangsung di tiga zona mulai 23 Agustus hingga 11 Oktober 2025, di Sarinah, Jakarta, 4 Agustus kemarin. (PERBASI)

SportlinkNews - Turnamen basket usia muda berskala nasional, Mandiri 3x3 Indonesia Tournament akan menerapkan format kompetisi baru pada tahun keempat penyelenggaraannya.

Salah satu perubahan paling menonjol adalah sistem play-in yang kini menggunakan format grup, menggantikan sistem gugur yang diterapkan pada edisi-edisi sebelumnya.

Dengan format baru ini, setiap tim dijamin bermain minimal tiga kali, sehingga para peserta akan mendapatkan pengalaman tanding yang lebih intens dan optimal.

Baca Juga: Jelang BRI Super League 2025/26: I.League dan Kemenpora Kick Off Edukasi Suporter Sepak Bola Indonesia

Langkah ini dinilai penting untuk mendukung proses pembinaan atlet muda secara menyeluruh.

"Format ini kami hadirkan agar setiap peserta bisa merasakan atmosfer kompetisi yang lebih kuat. Bukan sekadar menang atau kalah, tapi soal bagaimana mereka berkembang secara bertahap lewat jam bermain yang cukup," ujar Direktur PT Supersport Sensation (SSS) International, Azwan Karim, selaku penyelenggara turnamen, Senin kemarin, 4 Agustus 2025 di Sarinah, Jakarta.

Turnamen yang diinisiasi oleh SSS International, bekerja sama dengan DPP PERBASI dan didukung penuh oleh Bank Mandiri ini telah menjadi panggung penting dalam menemukan dan membina bibit-bibit unggul bola basket 3x3 sejak 2022.

Baca Juga: Satria Muda Bergabung dengan Persib, Buka Babak Baru dengan Ekosistem dan Jangkauan Lebih Luas

Beberapa alumni turnamen ini bahkan telah memperkuat Tim Nasional 3x3 Indonesia, tampil di FIBA 3x3 Women’s Series Jakarta 2025, hingga berlaga di klub-klub profesional IBL dan ajang PON.

Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, mengaku pihaknya percaya bahwa pembinaan harus dilakukan secara bertahap, kompetitif, dan berkelanjutan.

Format baru ini sejalan dinilainya sejalan dengan visi mereka untuk mendorong kualitas atlet muda yang siap bersaing di level internasional.

Baca Juga: Titik Kelemahan Liverpool Terungkap, Arne Slot: Liga Primer Musim Depan akan Sangat Menarik

Selain perubahan format, turnamen tahun ini juga memperluas cakupan kategori usia, dari awalnya hanya KU-18 dan KU-23, kini mencakup KU-15 dan KU-12 Mix. Penyelenggaraan pun kini dibagi dalam tiga zona utama.

Zona Sumatera, dimulai di Medan pada 23 Agustus 2025 untuk babak play-in, dilanjutkan dengan final regional pada 24 Agustus.

Zona NTB & Bali, untuk pertama kalinya digelar pada 6 September (play-in di Lombok dan Bali) dan final regional pada 13 September di Lombok. 

Baca Juga: Membandingkan Gaji MLS dengan NFL, NBA, NHL Berdasarkan Pendapatan dan Nilai Tim

Sementara di zona Jawa, play-in akan digelar di empat daerah, yakni Yogyakarta (20 September), Surabaya (27 September), Jabodetabek (4 Oktober), dan Bandung (5 Oktober). Sedangkan final regional digelar di Jakarta pada 11 Oktober 2025.

Total hadiah mencapai lebih dari Rp200 juta, dengan biaya pendaftaran Rp1 juta per tim. Kuota dibatasi maksimal 12 tim per kategori, untuk menjaga kualitas pertandingan.

Turnamen ini juga tetap mengikuti standar resmi FIBA 3x3, menggunakan perangkat event maker yang memungkinkan atlet mendapatkan peringkat resmi FIBA.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X