SportlinkNews - Strategi 'small ball' akan menjadi senjata utama Timnas Basket Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand. Kekurangan pemain tinggi (bigman) tidak dianggap sebagai kelemahan, melainkan tantangan untuk memaksimalkan kecepatan dan kelincahan.
"Ya, dari segi ukuran kami memang tidak memilikinya di sini. Tapi kami punya banyak penembak berbakat, itu kelebihan kami. Jadi kami harus memainkan tempo tinggi, naik-turun, dan melepaskan tembakan dengan cepat,” kata Pelatih Timnas Basket Indonesia, David Singleton selepas sesi latihan di GOR Soemantri Brojonegoro, Jakarta, Kamis, 11 September 2025.
Menurutnya, identitas permainan timnas harus dibangun berdasarkan kekuatan yang dimiliki saat ini. Sebaliknya, Davis malah ingin tim lawan justru dipaksa menyesuaikan diri dengan gaya permainan Indonesia.
Baca Juga: Penampakan Edisi Kedua Travis Scott x Fragment Design x Air Jordan 1 Low OG
"Kami tidak akan terlalu banyak membicarakan soal tinggi badan. Fokus kami adalah identitas, gaya bermain, dan bagaimana membuat tim lain menyesuaikan diri dengan kami," tegasnya.
Cari "Draymond Green" Indonesia
Meski mengusung small ball, Singleton menilai pentingnya memiliki pemain yang bisa menjadi jangkar pertahanan layaknya Draymond Green di NBA. Ia menyebut beberapa nama berpotensi mengisi peran tersebut.
"Saya pikir Ali Baigir bisa menjadi salah satu. Dame (Diagne) juga punya peluang, Juan (Laurent) memperlihatkan beberapa performa yang bagus, dan ada nama baru seperti Patrick Nicolaas. Nanti dalam sebulan ke depan kita akan lihat siapa yang benar-benar bisa melangkah maju," ujarnya.
Baca Juga: Superkomputer Opta Prediksi Tim Favorit Juara Liga Champions 2025-26
Dalam sesi latihan awal, beberapa pemain baru pun juga sukses mencuri perhatian Singleton. Apalagi para pemain tersebut memang belum pernah dilatih oleh Singleton.
"Saya sangat terkesan dengan Rio Disi, dia benar-benar kompetitif. Patrick Nicolaas juga bagus, begitu pula Kaleb (Ramot)," tukasnya.
"Lalu ada beberapa pemain yang pernah saya latih sebelumnya, seperti Bram (Abraham Damar), Yudha (Saputera), Agassi (Goantara), dan Pandu (Wiguna), yang membantu transisi saya ke tim nasional," ungkap Singleton kemudian.
Pelatih asal Amerika Serikat itu menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras bersama tim. “Kami harus menciptakan keunggulan kompetitif melalui cara kami bermain. Itu kunci untuk bersaing,” tutup pelatih berusia 37 tahun tersebut.
Artikel Terkait
Perlawanan Sengit Timnas Basket Indonesia Hadapi Korea di Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025
Kalah dari Thailand, Ini Kelemahan Timnas Basket Indonesia di Laga Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025
DPP Perbasi Lakukan Seleksi Pemain untuk Timnas Basket Indonesia U16
Timnas Basket Indonesia Gagal menutup Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025 dengan Kemenangan.
David Singleton Antusias Jalani Debut sebagai Pelatih Timnas Basket Indonesia