Sportlinknews - LeBron James kembali ke NBA dengan cara yang hanya bisa dilakukan oleh seorang legenda.
Mengawali musim ke-23 dalam kariernya, James langsung menorehkan sejarah sekaligus membantu Los Angeles Lakers menang meyakinkan 140-126 atas Utah Jazz, Rabu, 18 November WIB.
Di usia 40 tahun dan setelah hampir tujuh bulan absen, James tidak menunjukkan permainan berkarat.
Ia justru tampil sebagai motor kreativitas Lakers dengan 11 poin, 12 assist, dan tiga rebound dalam 29 menit, sebuah penampilan yang menegaskan bahwa insting playmaking-nya tetap tajam.
Baca Juga: Jafar/Felisha Awali Kebangkitan, Raih Kemenangan Meyakinkan di Australian Open 2025
Kembalinya James sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai pemain pertama yang tampil dalam 23 musim NBA, melewati rekor Vince Carter. Ia juga merangsek naik ke posisi keenam daftar sepanjang masa pencetak tripoin.
"Ritme saya masih kembali perlahan, tapi saya senang bisa langsung nyetel dengan tim," ucap James. "Stamina saya membaik sepanjang pertandingan. Saya tahu apa yang saya lakukan setelah tujuh bulan menepi."
Absennya James karena sciatica sempat menimbulkan tanda tanya mengenai bagaimana kehadirannya akan memengaruhi Lakers, yang membuka musim dengan rekor 10-4. Namun James menepis keraguan itu dengan senyum.
Baca Juga: Barcelona Luncurkan Jersey Keempat yang Terinspirasi dari Kemenangan Clasico 2005 di Bernabeu
"Saya bisa beradaptasi dengan siapa saja," tegasnya. "Saya sudah mempersiapkan diri secara mental melihat 14 laga pertama. Tugas saya jelas, yakni menarik perhatian lawan dan membuat hidup rekan setim lebih mudah."
Pelatih Lakers, JJ Redick, memuji kehadiran James yang langsung mengangkat level tim. Ia menilai James bermain no ego, membuat keputusan yang tepat.
"Ia terus menjadi fokus perhatian pertahanan lawan. James pahlawan super bagi banyak pemain," tukas Redick.
James membutuhkan waktu 11 menit sebelum mencetak poin pertamanya, tetapi setelah itu ritmenya kembali.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Tersisa 6 Tiket: Akankah Kereta Terakhir Memanggil Nama Italia?
Dua tripoin di kuarter kedua dan ledakan enam assist dalam rentang tiga menit di kuarter keempat menunjukkan bahwa pengaruhnya masih sama besar seperti sebelumnya.
Rekan setim barunya, Deandre Ayton, bahkan dibuat terkesan. "Dia melemparkan saya lob untuk dunk, rasanya deja vu," kata Ayton sambil tertawa, mengingat momen serupa saat masih SMP di kamp James.
Meski fisiknya belum 100 persen, James tetap memasuki musim ini dengan ambisi besar. Ia kini hanya berjarak 48 pertandingan dari rekor Robert Parish untuk jumlah pertandingan terbanyak sepanjang sejarah NBA.
Baca Juga: Kacamata Sepeda Head Up Display Mendukung Performa dan Kenyamanan Pembalap Sepeda
Ia juga telah memegang rekor total poin gabungan musim reguler dan playoff, serta total menit bermain terbanyak.
James belum memastikan apakah musim ini akan menjadi terakhir dalam kariernya, tetapi fokus terdekatnya jelas, membantu Lakers mempertahankan momentum.
"Saya tidak khawatir soal chemistry," kata James. "Yang penting saya menemukan kembali ritme saya. Beberapa tembakan mudah saya masih meleset, tapi itu akan kembali."
Lakers akan kembali bertemu Jazz pada laga berikutnya di Salt Lake City. Dengan dua sesi latihan menanti, James berharap proses adaptasinya berjalan semakin mulus.
Artikel Terkait
Trade LA Lakers dan Dallas Mavericks yang Bikin Heboh Industri Basket Amerika
Los Angeles Lakers Tersingkir di Playoff NBA 2025, tapi LeBron James Kembali Catatkan Sejarah
Dua Wajah LeBron: Gaya dan Performa Bertemu di NXXT Genisus 'Midnight Navy' & 'Monopoly
23 untuk 23: Nike Meningkatkan Standar Sepatu Kets Signature ke-23 LeBron James
LeBron James Siap Comeback, Lakers Bidik Peningkatan Performa di NBA Cup 2025/26