SportlinkNews - Menyongsong musim IBL 2026, Satria Muda Pertamina Bandung resmi melakukan restrukturisasi besar-besaran pada jajaran kepelatihan dan manajemen.
Transformasi ini menjadi langkah strategis klub untuk meningkatkan profesionalisme dan daya saing di tengah dinamika baru liga.
Pergantian dilakukan pada tiga posisi kunci, yakni Pelatih Kepala, Direktur Olahraga, dan Manajer Tim.
Baca Juga: Empat Pemain Belum Tiba, Persiapan Timnas U-22 Indonesia di SEA Games 2025 Tetap Berjalan
Untuk pelatih, Satria Muda menunjuk pelatih asal Serbia, Djordje Jovicic, sebagai nahkoda baru menggantikan Youbel Sondakh yang telah memimpin tim sejak 2017.
Kedatangan Djordje membuka babak baru bagi klub, dengan pengalaman Eropa dan rekam jejak internasional yang dinilai mampu menghadirkan standar kepelatihan lebih tinggi.
"Saya bangga bisa menjadi bagian dari klub dengan sejarah besar seperti Satria Muda," ujar Djordje. Ia menekankan bahwa pembangunan karakter pemain akan menjadi fondasi utama tim musim ini.
Baca Juga: Menembak Jadi Andalan: Di Atas Kertas, Indonesia Punya Peluang 120 Emas di SEA Games 2025
Kepergian Youbel dari kursi pelatih tidak berarti berakhirnya perannya di klub. Ia kini dipercaya sebagai Direktur Olahraga, posisi yang memungkinkannya mengatur strategi jangka panjang serta menata kembali struktur pendukung tim.
Youbel menyebut perubahan peran ini sebagai tantangan baru yang ingin ia ambil untuk memperluas kontribusinya bagi Satria Muda.
Di kursi manajerial, Cecilia Dwi Maya resmi menggantikan Theodore Wira Adi sebagai Manajer Tim. Theo akan beralih fokus ke sektor Business Development & Commercial.
Baca Juga: Setelah Menunggu 13 Pekan, Alfeandra Dewangga Akhirnya Jalani Debut di Persib Bandung
Sementara itu, Cecilia membawa perspektif segar sebagai mantan atlet basket putri, pengalaman yang ia nilai penting untuk membangun kultur kerja yang sehat dan dinamis.
Cecilia menegaskan prioritas awalnya adalah memperkuat arus kerja internal dan memastikan komunikasi antarpersonel berjalan optimal. "Kami sedang membangun struktur yang solid. Para pemain dan fans, percayalah pada prosesnya," ujarnya.
Managing Director Satria Muda, Christian Ronaldo Sitepu, menjelaskan bahwa transformasi besar ini merupakan investasi jangka panjang klub.
Baca Juga: Napoli di Jalur Scudetto Begini Reaksi Conte Usai Taklukkan Roma
Menurutnya, pengalaman Youbel dan standar kepelatihan Djordje akan menjadi kombinasi ideal dalam memperkuat identitas baru Satria Muda.
"Restrukturisasi ini diperlukan untuk menyiapkan klub menghadapi era baru. Harapan kami jelas, Satria Muda kembali menjadi penantang utama gelar dan lebih modern dalam aspek bisnis maupun pengalaman fans," tegas Dodo.
Artikel Terkait
Abraham Damar Menggila, Satria Muda Jadi Tim Pertama ke Final IBL All Indonesian 2025
Youbel Sondakh Puji Zone Defense, Satria Muda Rebut Kemenangan Pertama di Final IBL All Indonesian 2025
Satria Muda Pertamina Bandung Juara Baru IBL All Indonesian, Catatkan Rekor Sempurna
Kelvin Sanjaya Tutup Lembar Kedua Bersama Satria Muda Bandung
Avan Saputera Akhiri 13 Tahun Kebersamaan dengan Satria Muda, Tutup Era One Man Club