SportlinkNews - Kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2026 siap bergulir mulai 10 Januari 2026 dengan suguhan musim yang lebih panjang dan menantang.
Sebanyak 137 pertandingan akan tersaji sepanjang musim, menjanjikan persaingan ketat bagi para penggemar bola basket nasional.
Salah satu perubahan signifikan pada musim ini terletak pada format fase gugur.
Baca Juga: Kesehatan Mental dan Risiko Cedera Fisik Saling Berkaitan
Untuk pertama kalinya, babak semifinal dan final akan dimainkan dengan sistem best of five, memberi ruang lebih besar bagi tim untuk menunjukkan konsistensi dan kualitas permainan hingga penentuan juara.
Meski jumlah peserta berkurang dibanding musim lalu, setelah tiga tim, yakni Bali United, Bima Perkasa, dan Prawira Bandung tidak lagi ambil bagian, IBL 2026 diyakini tetap kompetitif.
Sistem home and away kembali diterapkan sejak musim reguler untuk ketiga kalinya, yang dinilai mampu menjaga intensitas persaingan antar tim.
Baca Juga: Barcelona Ingin Balikan Lagi dengan Joao Cancelo
Direktur IBL, Junas Miradiarsyah, menilai absennya beberapa klub tidak akan mengurangi daya saing liga. Menurutnya, peta kekuatan tim justru semakin menarik berkat pergerakan pemain yang masif menjelang musim baru.
Berdasarkan catatan IBL, sebanyak 36 pemain berpindah klub, menciptakan komposisi tim yang relatif seimbang dan rivalitas yang lebih variatif.
"Banyaknya rotasi pemain menjadi sinyal bahwa setiap tim punya ambisi besar. Rivalitas pun tidak lagi monoton," ujar Junas dalam konferensi pers IBL 2026 di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026.
Baca Juga: Langsung Gugur, Jafar/Felisha Ambil Pelajaran di Malaysia Open 2026
Ia juga menegaskan bahwa keberlanjutan format kandang-tandang serta fakta bahwa juara selalu berganti dalam empat musim terakhir menjadi bukti ketatnya kompetisi.
Musim baru akan langsung dibuka dengan duel panas berupa laga ulangan final musim lalu. Dewa United Banten, sang juara bertahan, kembali akan bertemu Pelita Jaya Jakarta di markas mereka, Dewa United Arena pada hari pertama kompetisi.
Pelita Jaya datang dengan tekad membalas kekalahan sekaligus membuka lembaran baru.
Baca Juga: Manchester United Pertimbangkan Ole Gunnar Solskjaer Pengganti Amorim
Perubahan signifikan dilakukan dengan menunjuk David Singleton yang merupakan pelatih Timnas Basket Indonesia di SEA Games 2025 Thailand kemarin, sebagai pelatih kepala mereka.
"Fokus kami adalah menjalankan game plan. Target di laga pertama tentu menang. Musim lalu sudah berlalu, sekarang saatnya mengejar gelar kembali," ujar Muhamad Arighi.
Di sisi lain, Dewa United tak ingin melepas dominasinya begitu saja. Tim asal Banten tersebut membidik sejarah baru dengan mengincar gelar juara kedua secara beruntun.
Baca Juga: Ford Mendominasi Reli Dakar 2026 Etape 3, Mitch Guthrie Memimpin Klasemen Umum
"Kami harus fokus penuh, terutama di pertandingan pembuka. Target kami jelas, mempertahankan gelar," tegas Arki Dikania Wisnu.
Artikel Terkait
Rekrut Chad Brown, Satria Muda Bakal Jadi Tim yang Solid di Arena IBL 2026
Pacific Caesar Percaya Diri Tatap IBL 2026 dengan Komposisi Tim Lebih Kuat
Kevin Kangu dan Serhii Pavlov Lengkapi Kekuatan Satya Wacana di IBL Musim 2026
Pembenahan Skuat Tangerang Hawks Basketball Demi Target Posisi Lebih Tinggi di IBL 2026
Menyongsong IBL 2026 Satria Muda Seimbangkan Seluruh Kekuatan Tim Demi Membidik Gelar Juara