SportlinkNews - Persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XXII 2028 yang akan digelar di wilayah Nusa Tenggara mulai memasuki tahap pemantapan.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, melaporkan perkembangan terbaru terkait agenda tersebut kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, pekan lalu di Kemenpora.
Dalam pertemuan tersebut, KONI menyampaikan gambaran awal mengenai cabang olahraga yang direncanakan dipertandingkan beserta kesiapan fasilitas pertandingan.
Baca Juga: Orleans Masters 2026: Indonesia Tanpa Wakil Tunggal Putri
Konsep penyelenggaraan PON 2028 dirancang dengan menitikberatkan pada cabang olahraga Olimpiade, cabang olahraga yang termasuk dalam program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), cabang unggulan di level internasional, serta nomor pilihan dari tuan rumah.
Marciano menjelaskan bahwa pendekatan penyelenggaraan PON kali ini juga menekankan efisiensi pembangunan infrastruktur.
Pemerintah pusat tidak merencanakan pembangunan venue baru melalui anggaran APBN. Sebaliknya, pemerintah daerah diharapkan memaksimalkan pendanaan melalui APBD untuk menyiapkan sarana pertandingan.
Baca Juga: Faktor Keamanan, Thalita Ramadhani Batal Tampil di Orleans Masters 2026
Beberapa cabang olahraga yang belum memiliki fasilitas memadai di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat kemungkinan akan dipertandingkan di daerah lain yang memiliki venue berstandar internasional.
Salah satu wilayah yang dipertimbangkan adalah Jakarta karena dinilai memiliki fasilitas olahraga yang siap digunakan tanpa perlu renovasi besar. Hal itu dilaporkan Marciano juga sudah dibicarakan dalam rapat koordinasi di KONI.
Selain fokus pada cabang olahraga Olimpiade dan DBON, KONI juga menyiapkan sejumlah ajang multi-event tambahan untuk memberi ruang kompetisi bagi cabang olahraga yang tidak masuk dalam program PON 2028.
Baca Juga: PBVSI Siapkan Naturalisasi 4 Atlet Brasil untuk Proyek Olimpiade 2032
Beberapa agenda yang direncanakan antara lain PON Beladiri 2026 di Sulawesi Utara, PON Pantai 2026 di Jakarta, PON Indoor 2027, serta PON Remaja 2027.
Marciano menegaskan bahwa daftar resmi cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebenarnya telah disusun oleh KONI. Namun, pengumuman final akan disampaikan langsung oleh Menpora agar menjadi keputusan resmi pemerintah.
"Kami sudah memasuki tahap finalisasi karena cabang olahraga yang akan dipertandingkan telah dikelompokkan, yakni cabang olahraga Olimpiade, DBON, serta pilihan tuan rumah," ungkap Marciano
Baca Juga: Tanggapi Kabar Boikot, AFC Tegaskan Status Iran Masih Kontestan Piala Dunia 2026
"Kami juga mempertimbangkan cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games dan Asian Games."
"Daftarnya sudah kami siapkan, namun pengumuman kepada publik mengenai cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON XXII/2028 NTT-NTB kami serahkan kepada Menpora," lanjut Marciano.
KONI berharap rangkaian persiapan yang dilakukan sejak dini dapat memastikan PON 2028 berjalan sukses.
Baca Juga: Arbeloa Dapat Andalkan Mbappe dan Bellingham Melawan Man City
Tidak hanya dari sisi penyelenggaraan dan prestasi olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi daerah serta melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di panggung internasional.
Artikel Terkait
KONI DKI Jakarta Jadikan PON Bela Diri 2025 Ajang Pemanasan Menuju PON 2028 NTB-NTT
Tantangan Kepengurusan Baru PB FAJI: Amankan Arung Jeram di PON 2028
Dilantik Jadi Ketum KONI NTT, Melki Laka Lena Targetkan 10 Besar di PON 2028
PON 2028 Tanpa Venue Baru, Pemerintah Siapkan Skema Tuan Rumah Pendukung
KONI Pusat Finalisasi Skema PON 2028: Mempertandingkan 57 Cabang Olahraga, DKI Jakarta Resmi Jadi Penyangga