IBL All Star 2026 Tanpa Slam Dunk Contest?

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 17 Maret 2026 | 00:01 WIB
IBL All Star 2026 kembali ke Bandung setelah satu dekade. Digelar 11 April 2026 di Bandung Arena.  (IBL)
IBL All Star 2026 kembali ke Bandung setelah satu dekade. Digelar 11 April 2026 di Bandung Arena. (IBL)

SportlinkNews - Indonesian Basketball League masih mempertimbangkan untuk menghadirkan Slam Dunk Contest dalam rangkaian IBL All Star 2026 yang akan digelar pada 11 April di Bandung.

Hal ini cukup mengejutkan karena slam dunk contest selalu menjadi salah satu atraksi yang paling dinantikan dalam ajang All Star.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, mengatakan hingga saat ini pihak liga masih melakukan evaluasi sebelum memastikan apakah kontes slam dunk akan masuk dalam agenda resmi All Star tahun ini.

Baca Juga: Penampakan Fisik Monster Legendaris Arsenal, Pantang Makan Satu Jenis Makanan

Menurut Junas, penyelenggaraan Slam Dunk Contest tidak bisa diputuskan secara terburu-buru karena membutuhkan pemain dengan kemampuan sekaligus daya tarik hiburan yang tinggi.

"Slam Dunk Contest masih kami ases. Kami harus memastikan pemainnya benar-benar mumpuni, bukan sekadar bisa melakukan slam dunk, tetapi juga mampu memberikan pertunjukan yang menarik bagi fans," tuturnya kepada media di Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Selain kualitas pemain, IBL juga mempertimbangkan jumlah peserta yang siap tampil. Pada edisi sebelumnya, kontes slam dunk diikuti oleh empat hingga lima peserta sehingga mampu menghadirkan persaingan yang menarik.

Baca Juga: Situasi Memanas di Timur Tengah, Laga Finalissima 2026 Argentina vs Spanyol Batal Digelar

"Kami juga harus melihat apakah jumlah kontestannya cukup. Kalau hanya dua atau tiga pemain tentu kurang ideal. Jadi itu yang sedang kami pertimbangkan," kata Junas.

Salah satu pemain yang sempat mencuri perhatian pada Slam Dunk Contest sebelumnya adalah A.J. Bramah dengan aksi dunk atraktifnya.

Namun menurut Junas, kondisi kompetisi musim ini yang tengah menuju fase krusial membuat sebagian pemain lebih fokus mengejar target bersama timnya.

Baca Juga: Orleans Masters 2026: Indonesia Tanpa Wakil Tunggal Putri

"Mungkin ada pemain yang mampu melakukan dunk spektakuler, tetapi kami juga harus menghormati keputusan mereka karena saat ini banyak tim sedang fokus mengejar posisi playoff," ujarnya.

IBL All Star 2026 sendiri akan menghadirkan sejumlah konsep baru. Salah satunya adalah penentuan kapten tim melalui voting penggemar.

Hasil pemungutan suara menempatkan Yudha Saputera dan Andakara Prastawa sebagai dua pemain dengan suara terbanyak.

Baca Juga: 15 Pemain Terbaik Italia Terungkap Menjelang Akhir Pekan ke-29 Serie A

Keduanya kemudian ditunjuk sebagai kapten tim dan diberi kesempatan untuk memilih sendiri pemain serta pelatih yang akan memperkuat tim mereka dalam laga All Star.

Selain pertandingan utama, rangkaian acara juga akan dimeriahkan berbagai kegiatan seperti Three Point Contest, Future Star Challenge untuk pemain berusia di bawah 23 tahun, serta Celebrity Game yang melibatkan sejumlah figur publik.

Junas menegaskan bahwa konsep All Star dirancang tidak hanya sebagai pertandingan, tetapi juga sebagai ajang hiburan bagi penggemar sekaligus panggung bagi para pemain untuk lebih dekat dengan fans basket Indonesia.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X