Musim Penuh Drama Houston Rockets: Harapan Tinggi Berujung Kegagalan

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 23:39 WIB
Kevin Durant, Ime Udok, dan Amen Thompson menjalani tahun pertama yang menarik bersama-sama. (Imagn Images)
Kevin Durant, Ime Udok, dan Amen Thompson menjalani tahun pertama yang menarik bersama-sama. (Imagn Images)

SportlinkNews - Musim 2025/2026 menjadi perjalanan penuh dinamika bagi Houston Rockets.

Digadang-gadang sebagai kandidat juara setelah mendatangkan Kevin Durant, kenyataannya Rockets harus menghadapi serangkaian cedera yang mengubah arah musim mereka.

Masalah sudah muncul bahkan sebelum musim dimulai, ketika Fred VanVleet mengalami cedera ACL pada September.

Baca Juga: China Incar Gelar ke-17, Korea Siap Guncang Takhta di Final Piala Uber 2026

Absennya point guard utama langsung berdampak pada produktivitas serangan Houston, meski mereka masih mampu meraih kemenangan lewat pertahanan solid.

Situasi semakin sulit setelah Steven Adams mengalami cedera yang mengakhiri musimnya pada Januari.

Di tengah kondisi tersebut, Rockets berubah menjadi tim yang sangat bergantung pada Durant. Meski tampil impresif dengan rata-rata 26 poin per gim, pemain berusia 37 tahun itu tak mampu sendirian mengangkat performa tim secara konsisten.

Baca Juga: Mohamed Salah Tidak Punya Rasa Menyesal Tinggalkan Liverpool

Secara keseluruhan, Rockets menutup musim reguler dengan 52 kemenangan, sebuah catatan yang cukup solid di tengah badai cedera.

Mereka bahkan mampu menembus 10 besar liga dalam rating ofensif dan defensif, menunjukkan keseimbangan permainan di bawah arahan pelatih Ime Udoka. 

Kontribusi pemain seperti Alperen Sengun dan Amen Thompson juga menjadi faktor penting, terutama dalam dominasi rebound ofensif dan pertahanan.

Baca Juga: Lakers Lolos, Pistons dan Raptors Paksa Game 7 di NBA Playoffs 2026

Namun, harapan tinggi itu runtuh saat memasuki babak playoff NBA Playoffs 2026. Cedera Durant di awal seri melawan Los Angeles Lakers membuka kelemahan terbesar Rockets, ketergantungan berlebih pada satu pemain.

Tanpa Durant, lini serang Houston terlihat tumpul dan kesulitan bersaing.

Rockets sempat menunjukkan perlawanan dengan mencuri dua kemenangan, namun akhirnya harus tersingkir setelah kalah dalam enam gim.

Baca Juga: Marc Klok Bantah Keras Tuduhan Rasisme

Meski demikian, semangat juang tim tetap menjadi catatan positif, terutama setelah sempat tertinggal jauh di awal seri.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: Sports Illustrated

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X