SportlinkNews - Upaya memperkuat fondasi bola basket Indonesia terus digencarkan dari level paling dasar.
Federasi Bola Basket Dunia (FIBA) kembali menggulirkan program pengembangan usia dini dengan pendekatan berbasis sekolah, sekaligus menyiapkan tenaga pelatih dari kalangan guru olahraga.
Program bertajuk Basketball for Good ini merupakan program legacy dari FIBA World Cup 2023 yang digelar di Indonesia-Jepang-Filipina.
Baca Juga: Buntut Tendangan Kungfu, Komdis PSSI Skors Fadly Alberto Tiga Tahun
Namun pada 2026, cakupannya diperluas dengan target yang lebih ambisius setelah sebelumnya di 2025 sukses menjangkau puluhan sekolah di berbagai daerah seperti Timika, Mataram, hingga Ambon.
Pendekatan yang digunakan tidak semata soal teknik bermain.
FIBA membawa konsep Sport for Development and Peace (SDP), menjadikan bola basket sebagai media pembentukan karakter, mulai dari disiplin, kerja sama tim, hingga kepercayaan diri anak.
Baca Juga: Pep Guardiola Masih Ngotot Kejar Arsenal di Klasemen Liga Primer
Chief Operating Officer FIBA, Patrick Mariller, menilai Indonesia menjadi salah satu wilayah prioritas karena dampak program yang dinilai nyata di tingkat akar rumput.
"Basketball for Good bukan sekadar olahraga. Ini tentang membangun generasi muda yang kuat secara mental, sosial, dan fisik melalui nilai-nilai yang ditanamkan di lapangan," ungkapnya saat jumpa pers di Kantor FIBA, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Sepanjang Mei hingga Oktober 2026, program ini akan menyasar 100 sekolah dasar di sejumlah wilayah seperti Banten, Makassar, Kendari, hingga Samarinda.
Baca Juga: Lupakan Filosofi, Vincent Kompany Hanya Incar Kemenangan Mutlak Saat Jamu PSG
Fokus utama diarahkan ke daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pembinaan basket.
Untuk memastikan keberlanjutan, FIBA menggandeng berbagai pihak, termasuk Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) dan sektor swasta. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan yang merata.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menyiapkan sumber daya manusia dari lingkungan sekolah.
Baca Juga: Federico Dimarco Jadi Pilar Penting Pencapaian Gelar Scudetto ke-21 Inter Milan
Sebanyak 100 guru olahraga akan mengikuti program Training of Teachers (ToT) guna diproyeksikan sebagai pelatih basket di daerah masing-masing.
Para guru tersebut nantinya akan mengajarkan kurikulum berbasis Basketball for Good Playbook kepada lebih dari 3.000 siswa. Materi yang diberikan mencakup latihan dasar, pengembangan kelincahan, hingga edukasi gaya hidup sehat.
Inisiatif ini dinilai krusial karena keberadaan pelatih menjadi kunci dalam pembinaan jangka panjang, terutama di level sekolah.
Artikel Terkait
Dennis Schroder Dinobatkan sebagai MVP FIBA EuroBasket 2025
Jerman Membuntuti Amerika Serikat di Peringkat Dunia FIBA Putra, Mali Bikin Kejutan
FIBA EuroBasket 2025 Cetak Rekor Baru, Impresi Media Sosial Tembus 9,2 Miliar
FIBA Resmikan Status Serigne Modou Kane Sebagai Pemain Lokal Indonesia
FIBA Umumkan Peserta BCL Asia 2026, Dewa United Wakili Indonesia