Setelah finis di papan atas musim lalu, Rans justru mengalami musim penuh gejolak hingga pergantian pelatih di tengah kompetisi. Meski hanya mencatat tujuh kemenangan, mereka tetap berhasil mengamankan tiket playoff terakhir.
Kini, semua catatan musim reguler itu praktis tidak lagi berarti. Playoff menghadirkan tekanan berbeda, terutama dengan format baru yang membuat jumlah pertandingan pascamusim semakin panjang.
Baca Juga: Bertahan di Super League, Mario Lemos Puji Mentalitas Skuad Persijap
Ronde pertama dan semifinal masih menggunakan format best of three, tetapi Final IBL 2026 kini berubah menjadi best of five. Perubahan itu diyakini akan menguji kedalaman skuad, konsistensi permainan, hingga mental bertanding setiap tim.
Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, memastikan seluruh tim kini memasuki fase persiapan terakhir menuju playoff yang dimulai pada 23 Mei mendatang. "Tim-tim akan mempersiapkan diri untuk bertanding habis-habisan di playoff," ujarnya.
Menurut Junas, ini lebih dari sekadar perebutan trofi. Tapi, playoff musim ini juga menjadi panggung pembuktian perkembangan kultur basket Indonesia.
Baca Juga: Penantian Panjang Berakhir, PSIM Yogyakarta Kembali ke Jalur Kemenangan
"Sepanjang musim reguler, atmosfer pertandingan terus meningkat di berbagai kota. Tribun semakin penuh, identitas suporter semakin kuat, dan rivalitas mulai terasa lebih hidup."
Artikel Terkait
Satria Muda Jakarta Tatap Playoff IBL 2025 dengan Kepercayaan Tinggi, Optimis Sapu Bersih Prawira
Paparkan Lompatan IBL di Asia Basketball Summit, Indonesia Bidik Kekuatan Baru Asia
IBL Resmi Buka Bursa Transfer, Klub Punya Waktu hingga 12 April
IBL All-Star 2026: Agassi Juara 3 Poin, Justin Jaya Menangi Kontes 1-on-1
IBL All Star 2026 Sukses, Format Baru dan Antusiasme Penonton Jadi Sorotan