SportlinkNews - Jalen Brunson sekali lagi membuktikan dirinya sebagai sosok yang tak tergantikan bagi New York Knicks.
Saat timnya berada di ambang kegagalan dan tertinggal hingga 16 poin dari San Antonio Spurs, sang point guard tampil sebagai penyelamat untuk mengantar Knicks meraih gelar NBA 2026 sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 53 tahun.
Dalam laga penentuan yang berakhir dengan kemenangan 94-90 pada Gim 5 Final NBA, Sabtu malam, 13 Juni waktu setempat, Brunson tampil luar biasa dengan mencetak 45 poin.
Baca Juga: Suporter Edan! Gowes Sepeda 25.000 Km Demi Mendukung Jerman di Piala Dunia 2026
Penampilan tersebut tidak hanya menjadi yang terbaik dalam pertandingan, tetapi juga memecahkan rekor poin terbanyak pemain Knicks dalam satu laga Final NBA.
Rekor sebelumnya dipegang legenda klub, Willis Reed, yang mencetak 38 poin pada Final NBA 1970 melawan Los Angeles Lakers.
Kini, catatan itu menjadi milik Brunson, pemain yang dalam empat tahun terakhir telah mengubah wajah franchise asal New York tersebut.
Baca Juga: Newcastle United dan Adidas Meluncurkan Jersey Kandang 2026/27
Seperti yang sudah berulang kali terjadi sepanjang musim ini, Knicks kembali menunjukkan kemampuan bangkit dari situasi sulit.
Setelah tertinggal 16 poin pada kuarter kedua, mereka perlahan memangkas jarak dan tetap menjaga peluang hingga memasuki periode terakhir.
Di saat itulah Brunson mengambil alih permainan.
Baca Juga: Gara-gara FIFA, Mesir Kehilangan Lambang Tujuh Bintang di Jersey Timnasnya di Piala Dunia 2026
Bintang berusia 29 tahun itu mencetak 13 poin beruntun untuk Knicks pada kuarter keempat.
Aksinya menjadi titik balik yang menghancurkan momentum Spurs sekaligus menghidupkan kembali harapan New York untuk mengangkat trofi Larry O'Brien.
"Ini adalah segala yang pernah saya impikan," tutur Brunson saat merayakan gelar juara di tengah lapangan.
Baca Juga: Liga Primer Inggris Siap Digelar, Jadwal Pertandingan akan Segera Dirilis
Performa gemilang tersebut melanjutkan reputasi Brunson sebagai spesialis momen krusial. Sepanjang playoff, ia menjadi motor utama berbagai comeback Knicks.
Bahkan hanya beberapa hari sebelumnya, New York mencatat kebangkitan terbesar dalam sejarah Final NBA ketika membalikkan defisit 29 poin pada Gim 4 sebelum menang 107-106 berkat tip-in OG Anunoby di detik-detik terakhir.
Pada Gim 5, skenario serupa kembali terulang. Knicks kesulitan menemukan ritme serangan sejak awal laga dan hanya mampu memasukkan dua dari 18 percobaan tembakan pertama.
Baca Juga: Momen Viral Dua Sahabat Gen Z dari Spanyol di Piala Dunia
Spurs memanfaatkan situasi tersebut untuk membangun keunggulan dua digit dan sempat unggul 16 poin.
Namun, ketenangan Brunson membuat Knicks tidak pernah kehilangan arah.
Ia menjaga tim tetap berada dalam jangkauan sepanjang pertandingan sebelum akhirnya mengambil alih kendali pada kuarter penentuan.
Baca Juga: Grup D Piala Dunia 2026: Paraguay Mencoba Mengulang Prestasi Piala Dunia 2010
Ketika para pemain lain kesulitan mencetak angka, Brunson terus menemukan cara untuk menembus pertahanan Spurs dan menghasilkan poin-poin penting.
"Setiap kali orang menganggap kami sudah kalah, kami menemukan cara untuk bangkit dan melakukan sesuatu," katanya.
Kontribusi tambahan datang dari Mikal Bridges dan Josh Hart yang masing-masing mencetak 14 dan 13 poin.
Artikel Terkait
Cedera Pergelangan Kaki, Jalen Brunson Berpotensi Absen Lama dari New York Knicks
Jalen Brunson Hindari Pertanyaan Judi dengan Humor Saat Knicks Melaju ke Semifinal NBA Cup
Jalen Brunson Menggila, Knicks Gilas 76ers di Gim Pembuka Semifinal Timur
Kunci Gim 2: Redam Jalen Brunson, Andalkan Joel Embiid dan Tyrese Maxey untuk Kebangkitan Sixers
Brunson Antar Knicks Akhiri Puasa Gelar 53 Tahun, Juara NBA 2026.