Dari segi statistik pertandingan, Satya Wacana mampu menurunkan akurasi tembakan Satria Muda. Sepanjang laga, Satria Muda hanya mencetak 23 tembakan dari 70 percobaan.
Baca Juga: Rajawali Medan Rekrut Patrick McGlynn, Jagonya Tembakan Tiga Angka
Di kuarter pertama, Satria Muda hanya memasukkan dua tembakan dari 12 attempt.
Sementara itu, untuk penguasaan paint area, Satya Wacana unggul dengan mencetak 42 point in the paint, 20 second chance point, serta unggul rebound dengan perbandingan 51-46.
Satya Wacana juga sukses memaksa Satria Muda melakukan 14 turnovers sepanjang laga. Satya Wacana juga berhasil menciptakan keunggulan 29 poin dari Satria Muda pada laga ini.
Baca Juga: IBL Tokopedia All-Star 2024: Coach David Singleton, Brandone Francis, Daffa Dhoifullah Masuk List
Satya Wacana sebelum pertandingan ini merupakan tim yang berada di dua peringkat terbawah di klasemen sementara.
Namun mereka berhasil menumbangkan tim sekaliber Satria Muda, dengan margin yang meyakinkan, yaitu berjarak 16 poin (84-68).
Sekadar mengingatkan bahwa Satya Wacana ini merupakan klub yang awalnya berupa Pusdiklat Basket dan bermain di kompetisi basket mahasiswa.
Baca Juga: Max Yanto, Legenda IBL Peraih Dua Kali Sportmanship Awards
Mereka memulai ini pada tahun 2007. Luthfianes Gunawan, Jerry Lolowang dan Valentino Wuwungan, merupakan generasi emas Sahabat FTI UKSW yang sempat menjuarai Kobatama di tahun 2009.
Kisah berlanjut ketika Satya Wacana dan sebuah klub bernama Angsapura Sania bersepakat mengarungi kompetisi profesional (NBL Indonesia) pada musim 2010-11 memakai nama Satya Wacana Angsapura Salatiga.
Artikel Terkait
Sepak Bola untuk Kehidupan, Berpengaruh Pada Budaya
Lima Lifter Angkat Besi Pelapis Pelatnas Tampil di King Cup 2024
Mike Tyson Saling Tampar dengan Shannon Briggs di Jalanan New York
Vietnam U23 Terancam Menghadapi Juara Arab Saudi di Perempat Final