basket

Shai Gilgeous-Alexander, Most Valuable Player (MVP) NBA musim 2024-25

Kamis, 22 Mei 2025 | 20:48 WIB
Pemain OKC Thunder, Shai Gilgerous-Alexander menjadi MVP NBA 2024/25. Dia menyisihkan peraih tiga kali MVP, Nikola Jokić dan Giannis Antetokounmpo.

SportlinkNews - Guard Oklahoma City Thunder, Shai Gilgeous-Alexander, resmi dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) NBA musim 2024-25. 

Ini menjadi gelar bersejarah buatnya karena untuk pertama kalinya dalam karier basketnya, mengungguli peraih tiga kali MVP, Nikola Jokić dan Giannis Antetokounmpo.

Gilgeous-Alexander menerima Michael Jordan Trophy sebagai Pemain Paling Berharga Kia NBA 2024-25. Tahun lalu dia hanya finis di posisi runner-up dan menempati posisi kelima pada musim 2022-23.

Meski seneng, tetapi Gilgeous-Alexander menegaskan bahwa masih ada mimpinya yang harus diwujudkan, yakni memenangkan kejuaraan.

Baca Juga: Timnas Indonesia Pantau Cedera Mees Hilgers, Emil Audero Siap Bela Skuad Garuda

"Saya ingin memenangkan kejuaraan," tegasnya. "Itu adalah hal yang belum pernah diraih oleh pemain MVP lain dari Thunder saat masih di OKC."

Gilgeous-Alexander lahir di Kanada dan menjadi pemain kedua dari negara tersebut yang meraih MVP, setelah Steve Nash. Ia masuk ke OKC sebagai bagian dari pertukaran Paul George ke LA Clippers pada 2019.

Saat itu, Gilgeous-Alexander dianggap hanya sebagai "tambahan" dalam paket pertukaran dengan lima first-round picks. Namun siapa sangka, di Thunder, dirinya berkembang menjadi bintang sejati.

Di musim 2024-25, statistiknya yang dicatatkan Gilgeour-Alexander luar biasa dengan 32,7 poin, 5,0 rebound, 6,4 assist, 1,72 steal, dan 1,01 blok per pertandingan. 

Baca Juga: Anomali dan Kejutan Silverstone dalam Balap MotoGP Satu Dekade Terakhir

Field goalnya termasuk tertinggi dengan 51,9 persen dari lapangan, 37,5 persen untuk tembakan tripoin, dan 89,8 persen untuk free throw.
    
Ia mencetak rekor NBA untuk tembakan bebas sebanyak 601 dan 163 untuk lemparan tiga angka. Tertinggi dari sepanjang karier basketnya di NBA. 

Gilgeous-Alexander juga menjadi satu-satunya pemain NBA musim ini yang mencatatkan rata-rata lebih dari 1,5 steal dan lebih dari 1,0 blok.

Ia juga menjadi pemain pertama sejak James Harden (2018-19) yang memimpin liga dalam jumlah pertandingan dengan lebih dari 20 poin yang dihasilkannya dalam 75 kali, lebih dari 30 poin yang dihasilkan dalam 49 kali, lebih dari 40 poin dari 13 kali penampilan, dan menghasilkan lebih dari 50 poin dalam 4 pertandingan.

Baca Juga: Bali United Training Center Bawa Spirit Positif Bagi Sepak Bola Nasional

Satu-satunya pertandingan di musim ini di mana ia gagal mencetak 20 poin adalah saat melawan San Antonio pada 30 Oktober 2024. Selebihnya, ia mencatatkan lebih dari 20 poin di 72 pertandingan beruntun.

Rentetan terpanjang dalam satu musim sejak era Wilt Chamberlain dan Oscar Robertson. 

Dengan catatan tersebut, kini nama Shai Gilgeous-Alexander sejajar dengan Michael Jordan sebagai satu-satunya pemain dalam sejarah NBA yang rata-rata mencetak lebih dari 32 poin dan lebih dari 6 assist dengan akurasi lebih dari 50 persen tembakan dari lapangan dalam satu musim.

Meski catatannya fantastik, tetapi bukan hanya statistik yang membuat Gilgeous-Alexander layak meraih MVP, tapi juga angka kemenangan kemenangan timnya. 

Baca Juga: Nick Kuipers Pamit Mundur dari Persib Bandung Usai Laga Melawan Persis Solo 

Thunder menutup musim reguler dengan rekor 68-14, terbaik di liga dan ke-6 terbaik sepanjang sejarah NBA, dengan selisih poin rata-rata 12,9 poin per pertandingan, sebuah rekor NBA.

"Sebagai sebuah kelompok, kami memprioritaskan hal-hal yang benar. Kemenangan, menjadi lebih baik, dan kesuksesan satu sama lain," kata Shai dalam konferensi pers usai pengumuman MVP.

Bahagia dengan pencapaiannya, Gilgerous-Alexander pun menghadiahi seluruh rekan setimnya jam tangan Rolex sebagai bentuk apresiasi.

Baca Juga: Hajime Moriyasu Coret 10 Pemain Senior, Jepang Hadapi Timnas Indonesia dengan Wajah Baru

Bagi Shai, MVP hanyalah sebuah titik dalam perjalanan. Setelah ini, fokus utamanya langsung beralih, yakni membawa Thunder ke gelar juara NBA, sesuatu yang belum pernah dicapai oleh Kevin Durant maupun Russell Westbrook saat masih di OKC.

"Saya mengalami malam-malam di mana saya merasa saya tidak cukup baik, dan malam lain di mana saya merasa saya adalah pemain terbaik di dunia," kenangnya.

"Tetapi pola pikir saya adalah untuk tetap konsisten, terus bekerja, dan mengendalikan apa yang bisa saya kendalikan."

Tags

Terkini