SportlinkNews - Indonesian Basketball League (IBL) akan memasuki musim kompetisi 2026 sekitar 2 bulan ke depan. Demi menyambut musim kompetisi tersebut akan digelar IBL Tune Up Games.
IBL Tune Up Games akan berlangsung mulai 17 November 2025 hingga 2 Januari 2026, yang akan menghadirkan simulasi nyata pertandingan resmi bagi seluruh klub peserta.
Melalui IBL Tune Up Games ini setiap klub IBL diwajibkan memainkan minimal delapan pertandingan, dengan tiga di antaranya diselenggarakan di venue home masing-masing tim.
Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Italia Hampir Mustahil Lolos Otomatis Setelah Norwegia 4-1 Estonia
Format ini diharapkan dapat dimanfaatkan klub sebagai ajang simulasi penyelenggaraan pertandingan kandang (Home Game) untuk musim kompetisi mendatang.
“IBL Tune Up Games kami desain agar klub bisa benar-benar siap, baik dari sisi teknis tim maupun operasional pertandingan di kandang sendiri."
"Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menguji kesiapan venue, sistem tiket, promosi, dan interaksi dengan fans sebelum musim 2026 dimulai,” ujar Games Operation Manager IBL, Gracia Ken.
Baca Juga: Masuk Nominasi FIFA Puskas Award 2025, Rizky Ridho Bersaing dengan Lamine Yamal, Rice, dan Deiola
Pada sisi lain, IBL Tune Up Games juga menjadi bagian penting dari program pengembangan wasit. Seluruh pertandingan akan menggunakan wasit-wasit resmi IBL yang akan bertugas pada musim depan.
Selain itu, IBL juga menugaskan Referee Coach yang bertugas melakukan mentoring dan penilaian kinerja wasit sebagai bagian dari referee development program.
Yang menarik, IBL memberikan kebebasan kepada klub untuk menjadikan Tune Up Games sebagai ajang promosi dan engagement dengan penggemar.
Baca Juga: Jorge Martin Diganjar Double Long Lap Penalty Buntut Insiden Sprint Race di GP Jepang
Klub dapat memanfaatkan laga-laga uji coba di kandang untuk memperkenalkan roster baru, hingga menggelar aktivitas interaktif dengan fans sebagai bagian dari promosi menuju musim 2026.
Dengan IBL Tune Up Games, diharapkan seluruh elemen liga, mulai dari klub, ofisial, wasit, hingga penonton dapat merasakan atmosfer kompetisi lebih awal.