SportlinkNews - Stephen Curry mencetak 49 poin, termasuk dua lemparan bebas krusial dengan sisa 6,4 detik.
Penampilan gemilangnya membawa Golden State Warriors meraih kemenangan tipis 109-108 atas San Antonio Spurs, Jumat malam, 14 November waktu setempat.
Kemenangan ini membuat Warriors kini memiliki rekor 1-1 di Grup C NBA Cup 2025/26 dan 8-6 secara keseluruhan.
Curry kembali menunjukkan performa luar biasa, menegaskan dirinya sebagai salah satu guard tertua yang tetap dominan di NBA.
Baca Juga: Isu Timur Kapadze Datang ke Indonesia, Sumardji Tegaskan Belum Ada Pembicaraan
Carson Breber dari Volume Sports mencatat bahwa rata-rata poin per game guard berusia 37 tahun ke atas tertinggi sebelumnya adalah 15,0 poin milik Dwyane Wade.
Curry, dengan performanya di San Antonio, kini mencetak rata-rata 29,1 poin per pertandingan, raihan angka yang belum pernah terjadi sebelumnya di kalangan guard.
Bahkan Michael Jordan, di usia 38 dan 39, hanya rata-rata 22,9 dan 20,0 poin per pertandingan.
Baca Juga: Gregoria Kembali ke Puncak, Lolos Final Kumamoto Masters 2025
Malam ini menandai kali pertama Curry mencetak 40 poin atau lebih dalam dua pertandingan berturut-turut sejak 2022.
Ia melakukan itu dengan efisiensi tinggi, mencatat 28 dari 28 poin melalui lemparan melompat setelah menggiring bola, rekor tertinggi satu pertandingan sejak 2015.
Stephen Curry kini resmi bergabung dengan Michael Jordan dalam catatan langka.
Sebagai salah satu pemain di atas usia 37 tahun yang berhasil mencetak lebih dari 45 poin dalam dua pertandingan berturut-turut, membuktikan bahwa ketangguhannya di lapangan tak lekang oleh usia.
Baca Juga: Persib Lakukan Tiga Pelanggaran, Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi
Dalam detik-detik terakhir, dengan ketinggalan satu poin, Curry memancing De'Aaron Fox untuk melakukan pelanggaran dan menempatkan dirinya di garis lemparan bebas.
Dengan kerumunan Spurs bersorak dan Victor Wembanyama mengamati dari tribun, Curry tetap tenang, memasukkan kedua lemparan bebas dan memastikan kemenangan dramatis Warriors.
"Awal yang baru," kata Curry yang terlihat mengenakan sepasang sepatu Kobe 6 saat pemanasan pra-pertandingan. "Saya ikut bermain dalam situasi itu," kata Curry mengenai interaksi dengan Wembanyama.
Baca Juga: Alami Kecelakaan Hebat, Pembalap Lansia Ini Akhirnya Gantung Helm
Meski kemenangan ini spektakuler, performa Warriors selain Curry masih menjadi perhatian. Pemain lain hanya mencetak 22 dari 64 tembakan dari lapangan, dengan Jimmy Butler menjadi satu-satunya yang mencetak lebih dari 10 poin.
Hal ini menunjukkan bahwa Warriors membutuhkan tambahan kekuatan ofensif dari manajemen tim untuk bisa benar-benar bersaing di level juara.
Di sisi lain, Draymond Green kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pertahanan terbaik NBA.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Terpuruk di MotoGP 2025, Ducati Jelaskan Akar Masalahnya
Victor Wembanyama, yang sebelumnya tampil dominan dengan 57 poin dan 27 rebound dalam dua pertandingan terakhir, kesulitan saat berhadapan dengan Green.
Pertahanan cerdas dan kekuatan posisi Green membatasi Wemby dan membantu Warriors mempertahankan keunggulan tipis di akhir pertandingan.
Pelatih Steve Kerr memuji ketenangan Curry. "Saya tidak bertanya-tanya apakah dia akan memasukkannya atau tidak. Semua orang mengharapkannya."
Curry sendiri mengaku bangga dengan ketahanan dan kemampuan membawa tim dalam momen krusial.