SportlinkNews - Persaingan di NBA Fantasy, khusus batas gaji, kini memasuki fase krusial menjelang akhir musim reguler 2025–2026.
Dengan hanya tiga pekan tersisa, para manajer dituntut lebih cermat dalam menyusun strategi demi mendongkrak posisi di papan peringkat.
Momentum positif datang dari Oklahoma City Thunder yang tengah tampil impresif.
Baca Juga: Pekan Krusial NBA, Pistons, Knicks, dan Celtics Berebut 5 Besar
Tim ini mencatat 11 kemenangan beruntun dan 16 kemenangan dari 18 laga terakhir, sekaligus memperkokoh posisi di puncak Wilayah Barat. Performa tim ini turut berdampak pada nilai pemainnya di liga fantasi.
Nama Shai Gilgeous-Alexander menjadi sorotan utama. Ia mencatat rata-rata 61,8 poin fantasi per pertandingan dalam enam laga terakhir dan telah mengoleksi total 3.299 poin fantasi musim ini.
Kontribusi juga datang dari Chet Holmgren dan Ajay Mitchell yang konsisten menambah poin bagi para manajer.
Baca Juga: Naik Satu Strip di Peringkat FIFA, Timnas Indonesia Dapat Momentum Baru di Era Herdman
Di sisi lain, performa luar biasa juga ditunjukkan Luka Doncic bersama Los Angeles Lakers.
Bintang asal Slovenia itu mencetak 88 poin fantasi dalam kemenangan atas Miami Heat, termasuk torehan 60 poin di lapangan, tertinggi bagi pemain Lakers sejak era Kobe Bryant.
Tak kalah impresif, Nikola Jokic kembali menunjukkan statusnya sebagai pemain elite. Bintang Denver Nuggets itu dua kali mencatat 73 poin fantasi dalam sepekan dan kini semakin dekat menembus 4.000 poin fantasi musim ini.
Baca Juga: Sapu Dua Gelar di Orleans, Prancis Kirim Sinyal Bahaya untuk Tim Thomas Indonesia
Kejutan juga datang dari Darius Garland yang mencetak 72 poin fantasi bersama LA Clippers. Penampilan tersebut menjadi yang terbaik bagi Garland musim ini, sekaligus menandai kontribusi pentingnya sejak bergabung dengan tim.
Sementara itu, persaingan di papan atas global NBA Fantasy juga semakin ketat. Tiga posisi teratas saat ini dikuasai manajer asal Inggris, dengan komposisi skuad yang relatif mirip.
Nikola Jokic menjadi pemain kunci dalam susunan mereka, berkat konsistensinya mencetak poin tinggi meski memiliki nilai gaji terbesar dalam permainan.
Baca Juga: Finis Ketiga di China, Timnas Hoki Putra Fokus Kualifikasi Asian Games 2026 di Thailand
Selain nama-nama bintang, pemain dengan nilai efisien seperti Collin Gillespie dan Ryan Rollins juga menjadi pilihan cerdas karena mampu memberikan kontribusi signifikan dengan biaya lebih rendah.
Tren ini menunjukkan pentingnya keseimbangan antara pemain bintang dan opsi hemat dalam menyusun tim.
Dengan waktu yang semakin sempit, keputusan transfer dan pemilihan pemain akan sangat menentukan.
Baca Juga: Inter Milan Sedang Tidak Berada di Momen Terbaik
Konsistensi performa serta kecermatan mengelola anggaran menjadi kunci bagi para manajer untuk meraih hasil maksimal di penghujung musim NBA Fantasy.