Sapu Dua Gelar di Orleans, Prancis Kirim Sinyal Bahaya untuk Tim Thomas Indonesia

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 23 Maret 2026 | 22:29 WIB
Tunggal Prancis yang mendominasi Orleans Master 2026 menjadi ancaman serius bagi Indonesia jelang perhelatan Piala Thomas 2026, April mendatang.  (BWF)
Tunggal Prancis yang mendominasi Orleans Master 2026 menjadi ancaman serius bagi Indonesia jelang perhelatan Piala Thomas 2026, April mendatang. (BWF)

SportlinkNews - Tim Thomas Indonesia diprediksi akan menghadapi ujian berat dari Prancis dalam persaingan beregu putra pada 24 April-3 Mei mendatang.

Sinyal ancaman itu semakin nyata setelah performa impresif wakil Negeri Ayam Jantan di ajang Orleans Masters Badminton 2026.

Turnamen BWF Super ini menjadi ajang terakhir sebelum dimulainya kejuaraan beregu putra dan putri bergengsi. Di Orleans, Prancis tampil mencolok dengan memborong dua gelar juara.

Baca Juga: Finis Ketiga di China, Timnas Hoki Putra Fokus Kualifikasi Asian Games 2026 di Thailand

Salah satu sorotan utama datang dari Alex Lanier yang sukses mempertahankan gelarnya di sektor tunggal putra.

Pebulu tangkis peringkat 10 dunia itu bangkit setelah hasil kurang memuaskan di dua turnamen sebelumnya. Ia tampil dominan saat mengalahkan kompatriotnya, Toma Junior Popov, dua gim langsung 21-11, 21-13 di partai final.

Lanier mengungkapkan perubahan pendekatan, terutama dari sisi mental, menjadi kunci kebangkitannya. Ia bermain lebih agresif dan mampu mengontrol tempo pertandingan sejak awal hingga akhir.

Baca Juga: Bursa Pelatih Chelsea: Frank Lampard di Antara 8 Favorit untuk Gantikan Liam Rosenior

Kecepatan kaki dan daya ledak Lanier menjadi faktor pembeda. Popov bahkan mengakui kesulitan mengimbangi permainan lawannya, terlebih kondisi fisik dan mentalnya menurun setelah jadwal padat di tur Eropa.

Selain tunggal putra, Prancis juga berjaya di sektor ganda campuran melalui pasangan Thom Gicquel / Delphine Delrue.

Mereka tampil solid untuk mengalahkan Mathias Christiansen/Alexandra Boje dengan skor 21-19, 21-13, sekaligus mengamankan gelar kedua bagi tuan rumah.

Baca Juga: Pep Guardiola TakPercaya Manchester City Mampu Juara Piala Liga Inggris

Meski Gicquel merupakan spesialis ganda campuran, tetapi ia juga masuk dalam skuad Piala Thomas Prancis yang diproteksikan sebagai opsi diganda putra. Kekuatan utama Prancis saat ini bertumpu pada sektor tunggal, Lanier dan Popov bersaudara. 

Keberhasilan ini menunjukkan kedalaman putra Prancis yang semakin merata, baik di sektor tunggal maupun ganda.

Kondisi ini jelas menjadi peringatan bagi Indonesia, khususnya dalam ajang beregu seperti Piala Thomas, di mana konsistensi di semua sektor sangat menentukan.

Baca Juga: Bos Go Ahead Eagles Tegaskan Dean James Belum Kehilangan Status Warga Negara Belanda

Dengan momentum positif yang dimiliki Prancis, Tim Thomas Indonesia dituntut tampil lebih solid dan siap menghadapi tekanan.

Terlebih, Indonesia kini bertumpu pada dominasi pemain muda, sehingga membutuhkan kekuatan mental serta kedalaman tim yang merata.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: bwfbadminton.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X