SportlinkNews - Timnas Basket Putra Indonesia resmi memulai langkah menuju Piala Asia FIBA 2029 dari jalur Pra-Kualifikasi. Hasil pembagian grup menempatkan Indonesia di Grup C bersama Hong Kong, Singapura, dan tuan rumah Malaysia.
Babak Pra-Kualifikasi ronde pertama tersebut dijadwalkan berlangsung di Seremban, Malaysia, pada 24 Agustus hingga 1 September mendatang.
Dari grup ini, Indonesia dituntut tampil konsisten sejak laga awal demi menjaga peluang melaju ke fase berikutnya.
Baca Juga: Canda Adam Alis Usai Bawa Persib Tekuk Persija
Berdasarkan jadwal yang dirilis FIBA, Indonesia akan membuka perjuangan menghadapi Singapura pada 28 Agustus 2026.
Setelah sehari jeda, skuad Merah Putih akan bertemu Hong Kong pada 30 Agustus sebelum menutup fase grup melawan Malaysia sehari berselang.
Grup C diprediksi menjadi salah satu grup paling kompetitif karena seluruh tim memiliki kekuatan yang relatif berimbang.
Baca Juga: David Raya Meraih Penghargaan Sarung Tangan Emas Ketiga
Faktor tuan rumah juga diyakini menjadi keuntungan tersendiri bagi Malaysia yang akan tampil di depan pendukungnya sendiri.
Total terdapat 18 negara yang tampil pada ronde pertama Pra-Kualifikasi Piala Asia FIBA 2029. Mereka dibagi ke dalam empat grup berbeda.
Grup A dihuni Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, dan Nepal. Grup B ditempati Kazakhstan, Palestina, Sri Lanka, Maladewa, dan Kirgistan.
Baca Juga: Penantian Panjang Berakhir, PSIM Yogyakarta Kembali ke Jalur Kemenangan
Sementara Grup D diisi Thailand, Mongolia, Vietnam, dan Fiji.
Menanggapi hasil undian tersebut, Sekretaris Jenderal DPP PERBASI, Nirmala Dewi, memastikan persiapan tim nasional akan dilakukan secara serius dengan mengumpulkan pemain terbaik di berbagai posisi.
Menurutnya, proses pembentukan skuad Merah Putih akan memaksimalkan pemantauan pemain melalui kompetisi domestik maupun luar negeri.
Baca Juga: Real Madrid Hampa Gelar Musim Ini, Alvaro Arbeloa Janjikan Kebangkitan
Indonesia Basketball League (IBL) disebut tetap menjadi salah satu acuan utama dalam melihat perkembangan pemain.
"Melalui Badan Tim Nasional, kami terus memantau perkembangan pemain di IBL. Pemantauan juga dilakukan terhadap pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri," kata Nirmala.
Ia menambahkan, PERBASI juga membuka peluang bagi pemain diaspora maupun keturunan Indonesia untuk memperkuat tim nasional dalam perjuangan menuju level Asia.
Baca Juga: Megawati dan Bukiric Kembali ke Liga Voli Korea, tapi Tidak Satu Tim
Nama-nama seperti Derrick Michael Xavier dan Marques Bolden disebut menjadi bagian dari pemain yang terus dipantau perkembangannya.
Menurut Nirmala, semua pemain memiliki kesempatan yang sama selama mampu menunjukkan kualitas untuk membela Merah Putih.
"Kami akan bekerja keras mengumpulkan talenta terbaik Indonesia, baik yang bermain di dalam negeri maupun luar negeri. Semua punya peluang yang sama untuk membela Indonesia di ajang internasional," ucapnya.