SportlinkNews - New York Knicks hanya butuh satu kemenangan lagi untuk meraih gelar NBA pertama mereka sejak 1973.
Namun sebelum pesta juara digelar, masih ada satu rintangan besar yang harus dilewati saat menghadapi San Antonio Spurs pada Gim 5 Final NBA 2026 di Frost Bank Center, Sabtu malam, 13 Juni waktu setempat.
Keunggulan 3-1 membuat Knicks berada di atas angin. Namun, hasil-hasil sebelumnya menunjukkan bahwa seri ini jauh dari kata selesai.
Baca Juga: Bali Jadi Titik Awal Kampanye Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Lewat Fun Run
Empat pertandingan yang sudah berlangsung selalu menyajikan drama hingga menit-menit akhir, termasuk comeback luar biasa New York pada Gim 4 ketika berhasil membalikkan ketertinggalan 29 poin dan menang tipis 107-106.
Menjelang laga penentuan tersebut, terdapat tiga faktor utama yang berpotensi menentukan arah pertandingan sekaligus nasib trofi Larry O'Brien musim ini.
Kondisi Fisik Victor Wembanyama
Fokus utama tertuju kepada bintang muda Spurs, Victor Wembanyama.
Baca Juga: Rachel/Febi Tersingkir di Semifinal, Gagal Pertahankan Gelar Australian Open 2026
Pemain setinggi 224 sentimeter itu tetap menjadi senjata utama San Antonio, tetapi tanda-tanda kelelahan mulai terlihat seiring padatnya jadwal yang telah dijalani sepanjang musim.
Pada Gim 4, Wembanyama tampil dominan di babak pertama dengan mencetak 16 poin dan membawa Spurs unggul jauh. Namun performanya menurun drastis setelah jeda.
Dalam dua kuarter terakhir, ia hanya memasukkan tiga dari 14 percobaan tembakan dan kesulitan mempertahankan intensitas permainan.
Baca Juga: Dihadiri Kolega Timnas Indonesia, Justin Hubner dan Jennifer Coppen Sah Menjadi Suami Istri
Situasi tersebut menjadi perhatian serius bagi pelatih Mitch Johnson. Menurutnya, manajemen menit bermain Wembanyama bisa menjadi faktor krusial agar pemain andalannya tetap memiliki energi pada fase-fase akhir pertandingan.
Jika Spurs ingin memperpanjang napas mereka di Final, Wembanyama harus kembali tampil dominan, terutama pada kuarter keempat ketika pertandingan biasanya ditentukan.
Kartu As Spurs
Selain Wembanyama, perhatian juga mengarah kepada rookie sensasional Dylan Harper.
Baca Juga: Australia Open 2026: Harapan All Indonesian Final Pupus, Zaki Terhenti di Tangan Dong Tian Yao
Pemain berusia 20 tahun itu terus menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang playoff dan mulai menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam rotasi Spurs.
Harper saat ini rata-rata mencetak 16,3 poin per pertandingan di Final, meningkat tajam dibandingkan rata-rata musim regulernya yang hanya 11,8 poin.
Kemampuan Dylan Harper menembus pertahanan lawan dan menciptakan peluang membuatnya tampil menonjol sepanjang seri final.
Baca Juga: Raih Posisi Ketiga AFF 2026, Nova Arianto Soroti Fisik dan Taktik
Kondisi itu memunculkan perdebatan mengenai kemungkinan dirinya mendapat menit bermain lebih banyak dibandingkan De'Aaron Fox yang belum menunjukkan performa konsisten dalam beberapa pertandingan terakhir.
Statistik juga menunjukkan kombinasi Harper dan Wembanyama menghasilkan dampak yang lebih positif dibandingkan duet Wembanyama bersama Fox sepanjang seri Final ini.
Meski demikian, Spurs tampaknya masih akan mempercayakan peran utama kepada Fox sebagai pengatur serangan di momen-momen krusial. Namun jika Harper kembali tampil efektif, bukan tidak mungkin perannya akan semakin besar pada Gim 5.
Baca Juga: Tepis Rumor ke Persija, Nadeo Argawinata Perpanjang Kontrak di Borneo FC
Start Lambat Knicks
Meski unggul 3-1, Knicks memiliki satu masalah yang terus berulang sepanjang Final, yakni start yang lambat.
Dalam empat pertandingan sebelumnya, Spurs selalu mampu membuka laga dengan lebih baik dan menciptakan keunggulan dua digit pada kuarter pertama.
Secara total, San Antonio unggul 47 poin dibanding New York pada periode pembuka sepanjang seri berlangsung.
Baca Juga: Gol Tunggal Dafa Al Gazani Bawa Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF