Sportlinknews - New York Knicks mengirim pesan kuat di awal Final NBA 2026.
Bermain di kandang lawan, Frost Bank Center, San Antonio, Knicks menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan sebelum menundukkan San Antonio Spurs 105-95 pada Gim 1, Rabu, 3 Juni waktu setempat.
Hasil tersebut membuat Knicks unggul 1-0 dalam seri best-of-seven sekaligus memperpanjang laju kemenangan mereka di playoff menjadi 12 pertandingan beruntun.
Catatan itu menempatkan mereka sejajar dengan beberapa tim legendaris dalam sejarah NBA yang pernah mendominasi fase playoff.
Namun kemenangan kali ini tidak diraih dengan mudah.
Knicks sempat berada dalam tekanan ketika Spurs berhasil membangun keunggulan hingga 14 poin pada kuarter ketiga. Di hadapan pendukung sendiri, tim muda San Antonio terlihat berada di jalur yang tepat untuk mengamankan gim pembuka.
Baca Juga: Tujuh Wakil Indonesia Melaju ke Perempat Final, Satu Tiket Semifinal Sudah di Tangan
Momentum berubah ketika Knicks mulai memperketat pertahanan dan memaksa Spurs melakukan sejumlah kesalahan krusial. Dari situlah pengalaman berbicara.
Jalen Brunson kembali menunjukkan alasan dirinya menjadi pusat permainan Knicks musim ini. Saat pertandingan memasuki fase penentuan, guard berusia 29 tahun itu mengambil alih kendali permainan.
Brunson mencetak 30 poin, termasuk 13 angka pada kuarter keempat. Ia bahkan menutup perlawanan Spurs lewat tembakan sulit saat tubuhnya hampir terjatuh dengan 38 detik tersisa, yang sekaligus mematikan harapan tuan rumah bangkit.
Baca Juga: Raphinha Buka Titik Lemah Brasil Jelang Piala Dunia 2026
"Dia pemain yang tangguh. Pada momen-momen terbesar, dia selalu muncul. Itulah yang dilakukan seorang MVP," kata pelatih Knicks, Mike Brown.
Selain Brunson, kontribusi besar juga datang dari Karl-Anthony Towns. Center andalan Knicks tersebut mencatatkan double double dengan 18 poin dan 12 rebound. Namun pengaruh terbesar Towns justru terlihat di sisi pertahanan.
Towns menjadi bagian penting dari skema yang berhasil membuat bintang muda Spurs, Victor Wembanyama, tampil jauh di bawah standar biasanya. Kehadiran Towns memaksa pemain asal Prancis itu berkali-kali melepaskan tembakan sulit.
Baca Juga: Diks: Jay Sulit Digantikan, Tapi Ridho Siap Memimpin
Meski tetap mengoleksi 26 poin dan 12 rebound, efisiensi Wembanyama menjadi sorotan. Ia hanya memasukkan enam tembakan dari 21 percobaan sepanjang pertandingan.
"Saya bermain buruk malam ini. Sesederhana itu," ujar Wembanyama.
Di sisi lain, Towns menilai agresivitas menjadi kunci keberhasilan Knicks keluar dari tekanan. "Saya hanya ingin agresif sejak awal. Kami mencoba membaca pertahanan mereka dan terus menciptakan peluang," ungkapnya.
Baca Juga: Bongkar Dapur Argentina, Di Maria: Hanya Messi yang Pasti Starter
Kemenangan ini juga menghadirkan sejarah tersendiri. Untuk pertama kalinya, Spurs kalah pada Gim 1 Final NBA. Sebelumnya, organisasi asal Texas tersebut selalu memenangi pertandingan pembuka dalam enam penampilan final mereka.
Tak hanya itu, Spurs juga belum pernah tertinggal dalam seri final sebelum pertandingan terakhir pada era-era sebelumnya. Rekor tersebut akhirnya terhenti di tangan Knicks.
Kini New York hanya membutuhkan tiga kemenangan lagi untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar NBA pertama sejak 1973. Namun Spurs tentu belum menyerah.
Baca Juga: FIFA Matchday 2026: Herdman Pastikan Verdonk Siap, Marselino Menunggu Evaluasi Akhir
Kesempatan membalas akan datang pada Gim 2 yang masih berlangsung di San Antonio, Jumat, 5 Juni waktu setempat.
Bagi Spurs, laga itu menjadi momen penting untuk menghindari pulang ke New York dengan ketertinggalan 0-2. Sementara bagi Knicks, kemenangan kedua akan membuat langkah mereka menuju trofi Larry O'Brien semakin dekat.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Knicks Kehilangan Mitchell Robinson Jelang Partai Puncak NBA 2026
Wembanyama Bersinar, Spurs Kembali ke Final NBA Setelah 12 Tahun
Spurs ke Final NBA, Wembanyama Kenang Peran Besar Gregg Popovich
NBA 2026 Dipastikan Lahirkan Juara Baru, Era Dinasti Resmi Berakhir
Final NBA 2026: Akhir Penantian 53 Tahun Knicks atau Awal Dinasti Baru Spurs?