SportlinkNews - Bagi insan bola basket Indonesia nama Sony Hendrawan pasti bukan sosok yang asing lagi. Sonny Hendrawan adalah pebasket andalan Indonesia di era 1960-an.
Sony mengharumkan nama Indonesia dengan mendapat pengakuan sebagai pencetak angka terbanyak dan salah satu pemain terbaik Asia pada saat itu.
Sony juga membawa Indonesia meraih medali perak Ganefo 1 pada tahun 1963 dan Ganefo 2 tahun 1966.
Baca Juga: Gagal Bawa Pacific Caesar Bangkit Sepanjang Musim 2024, Coach John Todd Purves Pamit Mundur
"Filipina yang juara Asia kita kalahkan. Pada dua kali final Ganefo kita kalah dari Cina," kenang Sony yang kelahiran 21 Juni 1943.
Era Sony Hendrawan dkk saat itu memang cukup gemilang. Bukan hanya Filipina yang ditaklukkan, bahkan tim Australia pun pernah dikalahkan saat Pra Olimpiade Mexico 1968.
"Kami harus bermain cepat untuk mengalahkan Australia yang memiliki postur lebih tinggi," ceritanya.
Baca Juga: Pelatih PSIS Semarang Sebut Timnya Kewalahan Menghadapi Serangan Persis Solo
Sony, asal Semarang, mengawali karier bolabasket di klub Sahabat Surabaya. Bersama tim Jawa Timur dia meraih medali emas PON VII 1969 di Surabaya.
"Saat itu saya bekerja di Surabaya, setelah lima tahun kembali lagi ke Semarang dan bergabung dengan Sahabat Semarang," tutur Sony.
Pengabdiannya untuk tim nasional Indonesia juga cukup panjang. Dia menjadi pemain nasional sejak tahun 1963 hingga tahun 1973.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Raih Podium Perdana Red Bull Rookies Cup 2024 di Red Bull Ring
Sebagai apresiasi, IBL mengabadikan namanya menjadi Piala Sony Hendrawan yang diberikan kepada pemain terbaik setiap musim Kompetisi IBL sejak tahun 2020.
Nama Sony Hendrawan juga tercatat dalam masuk daftar FIBA Hall of Fame Class 2023.